PENDEKAR TAPAK DEWA
Mereka mampu merasakan duka dan perih yang dirasakan oleh sang jawara.
“Kenapa Tuan Muda jadi sangat bersedih seperti itu?” bertanya si laki-laki tua pada La Mudu dengan raut wajah heran.
“Ama, nama saya La Mudu,”ucap La Mudu sembari memegang pundak si laki-laki tua. “Saya adalah tuan mudanya Ama. Saya adalah bayi dari Ama Mpore dulu. La Mudu adalah nama pemberian orang yang menyelamatkan saya dan mengasuh saya hingga besar seperti ini, untuk mengabadikan peristiwa itu. La Mudu artinya si yang terbakar.”