Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Kampung Lamuna

Kampung Lamuna

Kataku. Kami semua melanjutkan perjalanan dan segera pergi menuju ke perbatasan kampung Lamuna. Aku dan semua teman aku melihat dan mendengar sesuatu yang aneh dan menakutkan lagi. Ini sungguh terjadi setiap aku dan semua teman aku pergi mencari musuh Nyai Sri selalu saja ada sesuatu yang menghalangi kami semua. Padahal aku ingin segera sampai di perbatasan sebelum Cokro Artomojo menghilang lagi. Akan sulit mencari dia disaat dia menghilang. Kami tidak menghiraukan itu semu dan melanjutkan perjalanan kami. Tapi butuh waktu yang sangat lama untuk sampai di perbatasan kampung Lamuna sebab jarak dari tempat ini menuju perbatasan kampung Lamuna sangat jauh. Kami semua terus berjalan menelusuri h
611.8K viewsCompletedAdded to Library 412 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

SUAMIKU SEDINGIN GUNUNG ES

"Maaf." TTT Pukul 14.00 mereka telah tiba di pelabuhan Vlychada menunggu jemputan kapal katamaran yang akan membawa mereka berkeliling Santorini. Setidaknya ada beberapa spot yang akan mereka kunjungi. Jihye menjelaskan secara singkat pada Yunki yang kini memandanginya tak jemu. "Kita akan ke Red Beach dan berhenti untuk berenang, selanjutnya ke White Beach untuk barbeque, lalu ke Indian Rock dan Venetian Light House--"
107.3K viewsCompletedAdded to Library 248 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
KUNYIT DARI SARANJANA

KUNYIT DARI SARANJANA

Sebelum memulai latihan, Lawen dan kecek harus melakukan ritual dulu, mandi di pantai Oka-oka dan berjemur di atas gunung Halau-halau selama satu hari. Setelah ritual itu selesai di lakukan. Lawen dan Kecek di minumkan air kembang 300 rupa, lalu menunggu restu dari penunggu asli Pulau Oka-oka . Jika mereka layak maka ilmu kuntau baru bisa di ajarkan. Di atas gunung Maratus Lawen dan Kecek berlatih ilmu kuntau dari Kakek Jawo, dengan semangat tinggi hujan badai mereka tetap berlatih kuntau. Sebuah petir menyambar pohon besar tepat di samping Lawen, dengan mandau di tanganya mampu membelah pohon yang tumbang ke arahnya.
101.8K viewsOngoingAdded to Library 61 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Istri Cantikku Ternyata Kuntilanak

Mbah Sarno lalu membuka bungkusan kain merah tersebut dan memperlihatkan paku emas berukuran kurang lebih tujuh sentimeter ke arah Dika dan Nenek Asih. "Ini Paku Kuntilanak yang kalian cari," ucap Mbah Sarno seraya tertawa. Dika hendak meraih benda tersebut secara langsung, akan tetapi Mbah Sarno dengan sigap menjauhkannya dari tangan Dika. "Tunggu dulu anak muda! Tidak semudah itu, ya harus ada syaratnya lho," ucap Mbah Sarno. "Syaratnya apa?" tanya Dika tak sabar.
101.9K viewsOngoingAdded to Library 49 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
Mantanku Kembali

Mantanku Kembali

kataku sambil mengelus punggungnya. “Tidak mungkin! Kalian adalah keluarga terbaik yang bisa aku minta,” Sekar menjawab, dan air mata mulai membasahi pipinya. Dengan satu pelukan terakhir, Sekar melangkah keluar rumah, menuju petualangan barunya. Saat mobilnya melaju menjauh, aku merasakan ada bagian dari diriku yang tertinggal bersamanya. Namun, aku tahu ini adalah langkah yang baik untuknya.
2.0K viewsCompletedAdded to Library 66 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
Rimba Memburu Senala

Rimba Memburu Senala

teriak Senala. “Dia mencoba menyerap kekuatan!” teriak Mamak Jambul. “Kunci resonansinya ada pada Sumala Manunggal—dan itu ….” “Milik Mangkugalon!” Seolah-olah dipanggil, langit meretak pelan. Dari kejauhan terdengar suara angin yang menggulung, menggelegar seperti gelombang samudera. Dan hanya dalam beberapa detik, tubuh Mangkugalon meluncur dari awan dengan pakaian yang berkilat. Rambutnya berkibar, dan tatapan matanya berubah tajam.
102.0K viewsCompletedAdded to Library 59 Times as muka kuntilanak seram
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status