Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

Narti memegangi dada yang sesak, efek lari jarak pendek dari Paviliun Kantil ke Paviliun Melati. “Apa? Katakan?” Ndari meriah tangan Narti dan menggoyangnya. “Yang Mulia, di Paviliun Kantil hamba menemukan kunyit segar dan madu. Jumlahnya sangat banyak.” Tangan Narti membentuk lingkaran besar. Informasi yang baru saja keluar dari mulut si dayang membuat senyum di wajah Ndari memudar. Tak ada lagi mata yang berbinar, yang ada hanya emosi yang membuncah.
102.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 53 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Dimensi ini kalian beri nama The Unity Grove (Hutan Persatuan). "Nara," Arka berkata dengan nada kagum. "Lihatlah strukturnya. Ini bukan lagi sekadar jembatan. Ini adalah Ekosistem Multiverse. Ketiga semesta ini mulai bertukar sumber daya. Aquila memberikan kedalaman emosi, Kelopak memberikan ketahanan fisik, dan Nuranipura memberikan struktur makna."
713 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 24 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

"Temulawak. Kalau ada murid yang wajahnya pucat karena kehabisan tenaga, rebuskan ini. Fungsinya memperkuat hati dan memulihkan stamina." Pelajaran berlanjut ke tanaman berikutnya. Tetua Luu mengambil segenggam daun hijau kecil dan menyodorkannya ke hidung Cing Mu. "Nah, kalau yang ini..." "Sambiloto," potong Cing Mu cepat sebelum Tetua Luu sempat menjelaskan. Ia mengambil daun itu dan mengamatinya. "Rasanya pahit luar biasa, musuh bebuyutan racun dan demam tinggi. Tapi kalau dicampur sedikit madu hutan, khasiatnya bisa menyebar lebih cepat ke aliran darah."
101.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Si Pecundang Pemilik Api Abadi

Si Pecundang Pemilik Api Abadi

"Book of live! Lumut hitam, meskipun sangat berbeda dari lumut lainya, lumut ini memiliki warna hitam yang pekat. Terdapat kantung-kantung racun di dalam lumut. Meskipun tidak mematikan racun dapat menyebar dengan cepat bila terkena luka yang terbuka, Sehingga membuat orang yang terinfeksi akan perlahan kehilangan tenaganya. "Hiyaaa..." Reynard menyambut serangannya dengan berani! ia mengubah bentuk pisau di tangannya menjadi celurit. Kali ini ia memakai 2 bilah di kedua tangannya. Kecepatannya telah bertambah dan ia juga menyambar sebuah herbal yang kebetulan berada di sebelahnya. "Aku hanya butuh, menorehkan 1 sayatan! hyaaaa."
102.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 88 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
O, Yang Mulia!

O, Yang Mulia!

Perut sang matriark menganga. Isi perut Malus yang busuk dan menghitam terburai keluar. Ia menarik ususnya, mengulurnya dan mengulurnya lagi. Setelah beberapa saat, ia berhenti. Tangan Malus memudian merogoh ke dalam perutnya yang jauh lebih longgar. Ia mengambil sebuah lempeng batu seukuran wajahnya dari situ .... Malus mengangkat lempeng batu itu, mengeksposnya pada sinar matahari yang menembus kaca jendela. Di permukaan lempeng batu itu, tergambar sebuah pohon dengan nama-nama orang di dahannya.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Mutiara Yang Ternoda

Mutiara Yang Ternoda

Andra hanya tersenyum tipis. "Sorry Bro! Ini makanan buat lu malah lupa mau gua taroh di sini, malah kebawa." Damar datang menginterupsi mereka berdua membuat Tiara kaget dan beringsut menjauh dari Andra sambil merapikan rambutnya, sedangkan Andra berdehem sambil salah tingkah. Damar kemudian meletakkan kresek itu di samping Andra dan segera berlalu. "Makasih yak!" ucap Andra.
5.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Pergi Jadi TKW Pulang Jadi Sultanah

Bu Mulia tertawa. “Jelas beda sama yang di pasar. Ini kurma semuanya asli tanpa campuran gula. Yang hitam ini namanya Ajwa, yang jumbo ini Medjoul, nah yang seger ini kurma muda, biasanya buat program hamil,” Bu Mulia terkekeh melihatku melotot takut tiba-tiba hamil.
1027.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 972 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Dua Sisi

Dua Sisi

"Kemari. Abang butuh bibir kamu sebagai pengalih rasa mual. Sini sayang, buka mulut kamu?" "Hah? Mu-mulut Em-Embun? Memang bisa mulut Embun sebagai penahan mual dan pahit?" "Khusus bagi Abang seorang, bisa. Ingat bibirmu adalah penahan pahit dan mual khusus hanya untuk Abang seorang. Yang lain tidak bisa! Ingat itu ya, Sayang?!"
1029.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Diary Cinta Jaksa Cantik

Diary Cinta Jaksa Cantik

Perlahan tawa meluncur dari bibir Emily lalu ia menjawab, "Maafkan keisenganku yang sedikit keterlaluan tadi, Murat. Aku akan kembali ke tempat tidurku karena memang kau benar ini masih malam!" "Tidak. Setelah seseorang membuka kotak Pandora dan bisa melenggang begitu saja. Katakan padaku apa yang tepatnya kau inginkan dengan mencuri sebuah ciuman dari bibirku?" sergah Murat sembari memerangkap tubuh ramping Emily yang underweight itu di antara kedua lengannya yang kokoh dan berbulu lebat selayaknya pria jantan.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 373 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Gembel Elit

Gembel Elit

"Saya kak. Jawaban nya adalah Waktu Indonesia Barat. Waktu Indonesia Tengah dan Waktu Indonesia bagian Timur." Suara itu tidak lain dan tidak bukan berasal dari kelompok harimau. maka secara sponton kelompok harimau mencari sumber suara itu. dan ternyata Lucky lah sang pemilik suara cempreng bagai kaleng bekas di tendang. "Yak benar, Silahkan maju."
9.94.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 119 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status