Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Mandul: Cinta Yang Dikhianati

Mandul: Cinta Yang Dikhianati

“Kamu mandul.” Kalimat itu tidak pernah diucapkan langsung. Tapi tersirat dalam setiap senyum dingin ibu mertuanya, dalam setiap kalimat “Kami hanya ingin cucu,” atau “Kinan perempuan baik, sayang sekali kalau tidak bisa memberi keturunan.” Isaac diam saja saat ibunya berkata seperti itu. Diam. Tak menjawab. Tak membela. Diam yang lebih kejam dari penghinaan apa pun.
756 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Tergoda Pesona Ibu Mertua

Tergoda Pesona Ibu Mertua

katanya sambil menggali dengan tangan kosong. Lila membantu, meski tangan mereka kotor dan lecet. Di pinggir semak, Nayla melihat daun katuk liar. "Daun katuk ini sering dimakan di desa," tambahnya, memetik segenggam untuk dimakan mentah. Mereka juga menemukan buah murbei liar yang manis asam di semak rendah. "Ini namanya buah Murbei bisa di makan juga, La. Bisa bantu kita tetap kuat," katanya sambil memetik beberapa.
10350.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 14.0K kali sebagai mulut ember
Tampilkan Ulasan (24)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
Adelia
Ijin promosi novel judul: Amnesti Sang Eksekutor Aku hanya ingin satu malam pelarian untuk melupakan pengkhianatan mantan kekasihku. Sialnya, pria yang kutemui di bar dan hampir tidur denganku semalam adalah Arkana Wijaya, eksekutor perusahaan yang dikirim untuk memecat seluruh departemenku
Baca Semua Ulasan
TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

TUAN MUDA KAMU YANG KUTUNGGU

Melumat bibir Marsha lembut, sang istri juga ikut membalas walaupun masih agak kaku. Lidah Arnold juga bermain lihai di daun telinga istrinya yang membuat Marsha merasa geli tapi dia mencoba menahannya. “Ah, shhh! Arnold,” desahnya, saat sang mulai meremas kedua bukit kembarnya dan jari-jarinya memainkan pucuk pink kecokelatan itu. “Ohh, uhh! Mmmmphh!” desah Marsha lagi. Arnold semakin kalap. Dia pun segera berlutut di hadapan istrinya dan mulai menjilati pucuk bukit kembar Marsha secara bergantian.
10872 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 27 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Melati di Kubangan

Melati di Kubangan

kata pria itu dengan mata mencari-cari di sekitar jejeran tungku dan kompor di bawah jendela dapur. "Itu koreknya ada di rak tempat bumbu, 0m, di atas jergen minyak tanah, ' kata Ratih sambil menunjuk dengan dagunya. Begitu mendapatkan korek kayu, Jamal segera membakar rokoknya. Tapi entah karena berangin atau karena gugup mendengar suara aneh yang diterbitkan oleh kegiatan sang keponakan, berulang kali apinya padam sebelum ujung rokoknya sempat tersulut.
642 DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 21 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Ada Kembar Empat Di Balik Selimut

Ada Kembar Empat Di Balik Selimut

’ Mata Dario berkedip tak mengerti. ‘Saat mual, muntah, pusing, sesak napas, dan semua ketidak nyamanan itu. Terlihat begitu menyiksa, tetapi saat anak ini lahir dan aku mengingat kembali semuanya, yang kuingat hanyalah kebahagiaan. Itu yang terjadi pada si kembar. Dan aku akan selalu mengingatnya. Tak ada sedikit penyesalan itu.’ ‘Kau tak menyesali apa pun?’
103.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 148 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

Yang Mulia, Berhentilah Mengejarku!

“Ada Yang Mulia, hanya saja bahan utamanya berada di Kekaisaran Song.” “Kekaisaran Song…” Kaisar berpikir sejenak, “Aku akan mencoba meminta bantuannya. Apa bahan utamanya?” “Akar Putih Muda yang dipanen sebelum matahari terbit, harus masih menyimpan embun dingin malam. Inilah inti dari Embun Fajar, karena mampu menarik keluar panas racun dari darah,” jelas Tabib Luo.
1010.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 287 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Penguasa Utara dan Sistem Intelejen Pengubah Takdir

Ukurannya kecil, namun gerakannya gesit seperti angin, senyap seperti udara diam. Yang paling penting, tiga "buah lumut es" langka akan tumbuh di punggung mereka. Itu adalah suplemen tempur yang sangat langka; merebus dan memakannya bisa secara langsung meningkatkan semangat juang seorang Kesatria. Bagi Draven, yang sekarang hanya selangkah lagi dari menjadi Kesatria Puncak, ini bagaikan menerima arang di tengah salju!
9.67.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 233 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Mutiara Untuk Abang

Mutiara Untuk Abang

Juga terkenal dengan sebutan Kota Gaplek karena hasil bumi singkong yang melimpah lalu diolah menjadi salah satu sumber karbohidrat bernama Gaplek. Pagi menjelang di sekitar wilayah kampung Mutiara. Embun tebal masih menyelimuti meski seharusnya matahari mulai bersinar terik. Wilayah itu merupakan daerah perbukitan di deretan Pegunungan Seribu. Wajar jika embun begitu tebal di sana dan udara lebih dingin. Mutiara membuka matanya entah sejak kapan. Atau semalaman ia memang tak bisa tidur? Semalam Bulik Nunik memaksanya beristirahat barang sejenak setelah menyetir berjam-jam dari Jakarta.
103.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 84 kali sebagai mulut ember
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status