Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
MADU Titipan

MADU Titipan

Kain itu melilit tubuhnya dengan tonjolan besar yang bergerak-gerak. Tangan Mas Kamal memegang botol susu dan menjinjing satu tas besar bergambar beruang. Mungkin isi tas itu adalah pakaian-pakaian bayi. Mendengar kata bayi, aku pun kembali ke arah pintu luar. Aku ingin tahu. "Bosku membawakan Mawar,” katanya. Aku ingat, Mawar memang katanya dititipkan pada Mas Kamal. Ya, yang namanya titipan pasti suatu saat akan kembali atau diambil oleh pemiliknya.
8.77.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 229 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Pandu Kesatria Genda Yaksa

Pandu Kesatria Genda Yaksa

teriak Pandu sambil menepuk leher kudanya yang bernama Rabuta. Rabuta bukanlah sembarang kuda biasa, kuda tersebut merupakan kuda pemberian dari Resi Naluka untuk Wira Karma, kemudian diberikan oleh Wira Karma kepada Pandu—putra semata wayangnya. Rabuta merupakan seekor kuda yang sangat jinak dan mampu bertahan di dalam air selama berjam-jam, serta mampu melihat dengan sempurna meskipun dalam kondisi gelap gulita.
1022.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 903 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Aku Juga Keturunan Jenderal

Aku Juga Keturunan Jenderal

Mutiara tersenyum seraya menjawab, "Wajah perempuan pasti merah kalau tangannya digandeng pria." Erik bertanya, "Aku juga gandeng tanganmu, kenapa wajahmu tidak merah?" Mutiara terkekeh-kekeh. "Mukaku tebal, jadi tidak bisa kamu lihat kalau merah." Erik menyahut. Seketika, matanya bersinar terang. Mereka naik ke kereta kuda. Bersama tiga kereta kuda berisikan hadiah, mereka pulang ke Kediaman Adipati Belima.
10191.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai mulut kuda
Tampilkan Ulasan (50)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
"Selingkuh? Aku hanya ingin hidup bersama pria yang layak untukku! Kamu suami rendahan tak pantas untukku!" bentak Alya dengan arogan. Ikuti perjalanan Bara menghadapi perselingkuhan istrinya Alya. Mampukah Bara membalas dendamnya? Langsung baca di novel DERITA WAJAH JELEK
Arumi Nasha
baru mulai baca dari author ini, memang lagi nyari² novel begini. Krena saat ini lagi baca mayor jendral joka yg masih on going. sambil nungguin updatenya tiap hari, jadi kesini dulu... mantapp Thor ... ada karyawan baru kah ???
Baca Semua Ulasan
Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

Jagoan Kampung Merantau Ke Kota

“Macan kumbang.” “Macan yang bagaimana itu?” Tanya Miss Widya lagi. “Miss tahu macan tutul?” “Eee.., yang motifnya totol-totol bulat begitu?” “Iya, benar. Nah, macan tutul adalah satu-satunya jenis macan yang saat ini masih ada di hutan-hutan pulau Jawa.” “Macan tutul, atau dalam bahasa Inggrisnya adalah leopard, kadang-kadang mengalami melanisme, yaitu kehilangan pigmen penyusun warna pada bulunya. Ini sangat umum terjadi di dunia binatang.”
1048.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai mulut kuda
Tampilkan Ulasan (9)
Baca
+Pustaka
Ayusqie
Ribuan terima kasih sy ucapkan kpd Kakak-kakak pembaca yg telah mengikuti kisah Gending dan Widya di karya ini. Terima kasih jg utk Kakak2 yg sudah memberi sy hadiah. Sehat selalu, dan bahagia selalu. Amin
Klan Qing
Izin promosi ya, Thor. Judulnya: Murid 3 Dewa Novel ini menceritakan Petualangan Lin Chen menjadi Penguasa Semesta. Selain Reinkarnasi Jenderal Perang dari Alam 9 Surga, dia juga memiliki Tubuh Kaisar Langit yang Legendaris. Bahkan 3 Dewa Kuno juga mengangkatnya sebagai Murid mereka.
Baca Semua Ulasan
Cahaya Mutiara

Cahaya Mutiara

Tiba-tiba, saat Rara mendongakkan wajahnya ia sontak memundurkan kepalanya karena ada sebuah kardus tepat di wajahnya. "Woo!" Mendengar teriakan Rara, orang yang membawa kardus itu pun menurunkan sedikit kardusnya dan terlihatlah wajahnya. "Eh, Mutiara. Maaf aku gak liat." "Jo? Aku pikir siapa." Rara menghela napas lelah. "Hehehe…" Rara menyadari Jordan tengah membawa barang berat itu berinisiatif untuk membantunya. "Aku bantuin, ya."
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Jadilah Pedangku, Sayang!

Jadilah Pedangku, Sayang!

Narti memegangi dada yang sesak, efek lari jarak pendek dari Paviliun Kantil ke Paviliun Melati. “Apa? Katakan?” Ndari meriah tangan Narti dan menggoyangnya. “Yang Mulia, di Paviliun Kantil hamba menemukan kunyit segar dan madu. Jumlahnya sangat banyak.” Tangan Narti membentuk lingkaran besar. Informasi yang baru saja keluar dari mulut si dayang membuat senyum di wajah Ndari memudar. Tak ada lagi mata yang berbinar, yang ada hanya emosi yang membuncah.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Thai Qu Cing Si Anak Kotoran 2 [Penyembuh yang Terkutuk]

Di atas meja kayu panjang yang penuh noda getah, Cing Mu mulai belajar mengenali harta karun yang sering diinjak orang di pinggir jalan. "Lihat rimpang oranye ini?" Tetua Luu mengangkat sepotong akar dengan jarinya yang keriput. "Ini Kunyit. Jangan remehkan warnanya yang bikin kotor tangan. Ini rajanya meredakan peradangan dan menutup luka dalam." Lalu ia menunjuk irisan besar lainnya. "Temulawak. Kalau ada murid yang wajahnya pucat karena kehabisan tenaga, rebuskan ini. Fungsinya memperkuat hati dan memulihkan stamina."
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 44 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

Sang Pemilik Takdir Langit dan Tujuh Wanitanya yang Cantik

“Yang kedua adalah Semut peluru. Semut ini memiliki sengatan yang nilai rasa sakitnya berada di puncak rasa sakit akibat sengatan. Sengatan semut peluru ini menyebabkan gelombang rasa sakit yang berdenyut dan terbakar, serta dapat berlangsung selama sehari semalam. Jika terkena sengatannya, korban dapat menderita gejala seperti edema dan adanya darah segar di tinja korban.” “Walaupun bukan semut yang agresif, namun semut peluru dapat menjadi ganas saat mempertahankan sarangnya.” “Yang terakhir adalah Semut kuda poni atau sering dikenal sebagai semut hijau. Ini merupakan semut yang paling menakutkan dan umumnya ditemukan di tempat panas.” “Penampilan warna semut kuda poni bervariasi, dari war
1016.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 361 kali sebagai mulut kuda
Baca
+Pustaka
Pendekar Gunung Tiga Maut

Pendekar Gunung Tiga Maut

sahut Permata lirih, langkah kuda mereka yang menginjak dedaunan begitu terdengar. Monyet-monyet tampak berlompatan di atas dahan, satu dua membawa pisang matang yang entah mereka dapatkan dari mana. Tidak ada pohon pisang terlihat tumbuh, mungkin mereka membawa dari jauh lalu masuk ke dalam hutan. Sesekali rusa bertanduk panjang lewat, lalu berlarian ketika melihat dua kuda putih besar melintas. Sekarang kuda semakin melambat, langkahnya sepertinya sangat besar. Seperti ada benda berat yang berusaha terus-menerus menarik kaki.
1025.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 902 kali sebagai mulut kuda
Tampilkan Ulasan (20)
Baca
+Pustaka
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Kam Pret
Danu, lanjutkan perjalananmu sampai kau benar-benar menemukan Diana. Semoga kisahmu menjadi teladan untuk pemimpin-pemimpin yang tengah bejat. Amin. Permata, nanti jika kamu mendapatkan sebuah pilihan, yaitu meninggalkan Danu atau Diana, aku yakin kamu tidak akan memmilih keduanya. Kamu hebat.
Baca Semua Ulasan
Perjanjian Leluhur

Perjanjian Leluhur

Kuda itu memiliki kecepatan lari sangat tinggi dan guncangan akibat pergerakannya terasa lebih lembut dibanding kuda milik manusia. Panorama alam sangat asri serasa berada di negeri impian. Ia belum pernah melihat hutan yang demikian hijau di negeri manusia. Minarti keluar dari pintu depan membawa minuman dalam gelas terbuat dari kayu. Ia taruh di balai. "Minumnya, tuan," kata Minarti. "Hanya ini yang kami punya." Cakra sebenarnya tidak haus. Wedang lemon sungguh ajaib, minum beberapa teguk saja membuatnya tidak merasa dahaga sepanjang hari.
9.947.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai mulut kuda
Tampilkan Ulasan (21)
Baca
+Pustaka
Enday Hidayat
Terima kasih buat semua readers, teristimewa untuk yang memberi quotes dan gem, kehadiran kalian telah memberi sumbangsih besar dalam penyelesaian cerita ini. Sudah terbit: Mengejar Cinta Puteri Bangsawan
Kurnialam
Satu Hal yang membuatku makin suka baca novel ini adalah tata bahasa yang digunakan adalah tata bahasa millennial. So, saat kekaguman pada Bastian Tito & Kho Ping Hoo berpadu dengan bahasa Gen Z, novel ini memberikan nuansa yang segar & mengena di hati. Terlebih ada sentuhan kritik Bang Iwan ......
Baca Semua Ulasan
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status