Perempuan Bermahar Lima Miliar
Hamizan menipiskan bibir dan membalas tatapan istrinya dengan mesra, “Karena … belajar tentang karakter dan sifat manusia itu, tidak akan pernah ada habisnya. Tersebab pula, hati manusia kerap berubah-ubah. Fluktuatif, sebagaimana kadar keimanan kita terhadap ketentuan Allāh. Jika saja sekolah formal ada akhir masanya dan ditandai dengan perolehan ijazah, maka kesuksesan dalam berumah tangga akan kelak digapai melalui keindahan jannah. Maukah Adik menjadi bidadariku kelak?”
Arumi mengangguk disertai senyuman manis.
“Bidadarimu sudah berpasrah diri sepenuhnya padamu, Mas. Mulai malam ini dan seterusnya ….,” balas perempuan itu tidak mau kalah melemparkan rayuannya.
“Masyā Allāh,” gumam Hamiza
Bab Populer