Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Suamiku Doyan Selingkuh

Suamiku Doyan Selingkuh

Tidak seramai dulu. Semenjak Mak berpulang, keadaan rumah sudah tidak seceria dulu. Mahmud jarang tersenyum dan bercanda seperti biasa. Ana dan Nisha merasa tidak enak hati kalau harus terlihat bahagia di depan ayah mereka itu. Karena Mahmud pernah menuding mereka tidak sedih akan kepergian Mariya. Ana dan Nisha tidak mampu berkata-kata. Tentu saja mereka sangat sedih juga kehilangan sosok Mariya. Tapi, tidak mungkin harus bersedih setiap hari.
105.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 107 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Petualangan Nerva

Petualangan Nerva

Ruqqayah mendengarkan pembicataan kami dan membacakan sebuah ayat untuk kita agar kita mengambil pelajaran. “Aku sedang berusaha untuk memaafkan mereka, meskipun mereka telah membunuh ayahku di peperangan dahulu. Aku hanyalah orang yang terbelenggu dengan fanatisme kabilah dan aku sekarang sadar bahwa berpecah belah hanya membuat kita lemah di mata musuh-musuh Allah, dan aku sekarang mengerti betapa pentingnya nyawa seorang muslim meski mereka bukan golonganku.” Baru pertama kali aku melihat Hasan menangis setelah lama aku melihatnya selalu berwajah garang. Kemudian aku mengelus pundak Hasan yang besar dan berlapis baju zirah.
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 132 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Maafkan Aku Salah Membencimu

Maafkan Aku Salah Membencimu

Ia menangis dengan keras sambil meminta maaf terus menerus. "Aku minta maaf, teman-teman ku sedikit mabuk dan aku tidak bisa mengontrol mereka. Aku tidak tau darimana mereka mendapatkan alamat apartemen ini, aku benar-benar minta maaf." Melihat Ansen yang putus asa dan menyedihkan, Alena pun langsung goyah. Ansen tak pernah bersikap semenyedihkan ini di depannya. Apalagi selama pernikahan, Ansen dapat dikatakan sebagai laki-laki sempurna di matanya. Hal itu membuat Alena mulai meragukan firasat buruknya.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 72 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Penyesalan Setelah Diriku Tiada

Dia tak tahu, aku sudah memasang kamera tersembunyi di pojok ruangan. Aku terbaring di lantai, perlahan bangkit dan duduk, lalu membuka ponsel dan melihat berita online tentang staf kantor pelayanan perawatan akhir hayat yang diberhentikan. Komentar netizen penuh hujatan, bilang aku hanya pura-pura sakit dan cari perhatian. Aku membuat grup kecil berisi aku, Billy dan Reza. Lalu mengirimkan video itu ke dalam grup.
8.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 284 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
MENANTU MUSUHKU

MENANTU MUSUHKU

“Kami tidak minta penilaianmu. Kami minta bantuanmu.” Rehan tertawa pendek. “Bantuan? Kalian tahu apa yang terjadi pada orang yang menantang dia? Mereka hilang. Atau bangkrut. Atau tiba-tiba dinyatakan depresi dan masuk rumah sakit jiwa.” Delia menyisipkan kopi. “Atau mereka jadi kambing hitam lalu masuk penjara.” Rehan menoleh cepat. “Kau tahu banyak.”
667 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 22 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

Terpesona Gus Tampan, Usai Dicampakkan Mantan

ucap Fatimah semakin kesal. Dini pun tersenyum mendengar ucapan dari Fatimah. Dia meminta Fatimah sekali lagi, untuk tidak berpikiran negatif akan Fitri. Tidak baik bagi seorang muslim untuk berpikir negatif terhadap sesama muslim. Apalagi Fitri sendiri adalah seorang muslimah yang sama seperti Fatimah. Sehingga Fatimah harus membuang jauh-jauh pikiran kotor terhadap Fitri.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 97 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Misteri Di Balik Pernikahan Safiyya

Misteri Di Balik Pernikahan Safiyya

"Istighfar, Saf, istighfar. Jangan berpikir buruk pada Allah. Ikhlaskan semuanya, ini adalah bentuk ujian yang harus kamu hadapi untuk menjadi muslimah yang taat. Aku yakin, suatu hari ada bahagia yang akan kamu dapat setelah semua kesulitan ini. Jangan takut, karena apa pun yang terjadi, aku akan selalu ada buat kamu. Kamu nggak sendiri, Saf." Safiyya tak membalas ucapan Maira. Pikirannya terlalu kacau, bahkan untuk sekedar membuat dirinya tetap waras Safiyya tak menjamin soal itu. Semua kemalangan yang datang dengan cara beruntun ini membuat jiwa Safiyya seperti melayang. Ia ingin hidup dan menjadi manusia lebih baik, tapi keadaan membuatnya ingin mati.
9.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 241 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Hijrah yang Tak Kau Hargai

Hijrah yang Tak Kau Hargai

"Mas." Kuberanikan diri menyapanya. Tak ingin larut dalam perselisihan ini. Umat Islam tak mengizinkan sesama muslim berdiam diri. Lebih dari tiga hari. Itu tidak akan diperkenankan. "Mas. Maafkan aku." "Yah. Sekali lagi kamu ulangi seperti ini, aku tak segan meninggalkanmu lagi, Tazkiyah." "Ya." "Tak segampang itu kesalahanmu kumaklumi."
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 67 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
YOU COMPLETED ME

YOU COMPLETED ME

jawab Murad dengan ekspresi sakit yang terlihat dengan sangat jelas. Wajah Isha menunjukkan emosi dan rasa kesal yang kental. “Memangnya kalau aku memberimu maaf, keadaan bisa berubah? Apakah dengan begitu orang-orang akan melupakan kisahku yang menyedihkan? Tidak, kan? Mereka semua teta akan ingat bahwa aku adalah perempuan menyedihkan yang tak diinginkan oleh calon suaminya!” tandas Isha. Suaranya gemetar karena terlalu sakit jika ingat apa yang dialaminya ketika itu.
2.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
HAFALAN CINTAKU: HUMAIRA

HAFALAN CINTAKU: HUMAIRA

Berbagai perasaan berkecamuk dalam pikirannya—pertanyaan tanpa jawaban, kekecewaan yang menusuk, dan kesedihan yang tak tertahankan. Begitu sampai di depan kamar Umma, Humaira melihat ibunya tengah tidur, memeluk foto Abi. Gambar suaminya yang baru saja pergi menghadap Ilahi, kini menjadi satu-satunya penghibur di tengah kesedihan yang mendera. Humaira dengan lembut berbaring di samping Umma dan memeluknya dari belakang, mencari sedikit kehangatan di tengah rasa kehilangan yang dalam.
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai muslimah sedih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status