Terpaksa Menjadi Milikmu
Hati Sadia terenyuh mendengar isakan Husam, ia memeluknya lebih erat dan Husam melingkarkan lengannya di pinggang Sadia, membalas pelukannya.
"Kenapa kau tidak berdoa kepada Allah? Allah mencintai kita, Dia tak akan pernah meninggalkan kita seperti manusia," ucap Sadia. Husam tertawa getir.
"Aku berhenti berdoa sejak wanita itu menikah dengan pria lain. Aku merasa Allah tidak pernah mendengarkan doaku, tak pernah memberiku pertolongan, sekalipun aku menunggunya. Setelah ayahku meninggal, aku benar-benar depresi. Tapi Dia seolah tak peduli, sama seperti orang lain." Kata-kata Husam membuat hati Sadia semakin sakit. Ia mengerti bagaimana perasaan Husam waktu itu, karena ia pernah merasakan hal
Hot Chapters