Istri Perawan Disangka Janda
Hingga pingsan tanpa daya dan terbaring di ruang perawatan sampai sekarang.
“Maaf ya, Ma. Aku tidak membantu tetapi justru merepotkan.” Osara berkata lirih, air matanya masih mengalir.
“Mama tidak repot, Sayang. Mama paham perasaanmu. Kamu terlalu sedih dan sangat shock. Sabar, ya. Harus semangat. Pelan-pelan, terimalah kenyataan. Ini musibah, Sayang. Suamimu sedang diupayakan. Kita jangan sampai putus doa dan putus harapan. Apapun hasilnya, harus siap, harus ikhlas dan nerima. Begitulah manusia, segala musibah tidak disangka tibanya. Hanya satu kita harus yakin, semua Allah yang menghendaki. Iya apa tidak, Osara?”