Lentera Kegelapan
Uap airpun mengepul dari cangkir yang aku bawa ke ruang tamu.
"Silakan di minum!" Kataku sambil meletakkan cangkir berisi teh hangat ke hadapan Ray.
Ray menatap ke arah cangkir, lalu mengambilnya. Pelan-pelan dia menghirup aroma teh dari cangkir itu, sepertinya dia sedang menikmati wangi daun teh-nya.
"Ini teh instan ya?" Tanyanya.
"Iyalah, kan biar praktis, tapi kok kamu bisa tau, itu teh instan?" Kataku sambil menatap Ray, aku berusaha untuk bisa bersikap santai padanya. Walau hati masih tetap saja deg-degan.
ตอนยอดนิยม