Istri Mungil Milik Tuan Tanah
Dia melihat pantulan dirinya dan Barata di sana, bersisian.
Bibir Barata melengkung, mengukir senyum indah. “Bukankah kita terlihat serasi? Cantik dan ganteng,” nilai Barata dengan bangga. “Kita seakan memang diciptakan sebagai pasangan, Nes, seperti Adam dan Hawa.”
Lidah Nesa kelu, hanya kedua netranya yang bekerja, memandang saksama pada cermin.
“Dan saya yakin, Nes, bukannya saya yang akan memaksa kamu, tapi kamu sendiri yang akan menyerahkan diri pada saya,” lanjut Barata, penuh percaya diri.
Hot Chapters