Hitamnya Hati Mertua
Aku mengangguk, walaupun sebenarnya aku tidak nafsu mendengar kata bubur ayam.
*
Pagi ini matahari bersinar cerah. Namun hatiku tidak secerah sinar matahari. Hatiku diliputi kekhawatiran akan kunjungan mertua hari ini.
"Mi, kenapa murung?" tanya Mas Fai.
"Tidak apa-apa, Mas."
"Mengenai kedatangan orang tuaku hari ini. Kamu tidak usah cemas, ya! Ada aku, yang selalu siap melindungimu," Sepertinya Mas Fai bisa membaca isi hatiku.
Chapitres populaires