Di Antara Dua Cinta
Namun bukan salmon yang memenuhi inderanya, melainkan kenyataan sederhana ini, ia duduk berhadapan dengan David, begitu dekat hingga seakan batas yang memisahkan mereka bukan lagi bumi dan langit, melainkan hanya udara tipis yang bisa ditembus.
Andai saja jarak ini bukan sekadar kursi dan meja…
Pikiran itu singgah, tak diundang, meninggalkan jejak getir sekaligus harapan. Sesuatu yang tak berani ia ucapkan, tapi diam-diam bersemayam di hatinya.
Nindi menahan napas. Apakah ini awal baginya untuk selangkah lebih dekat dengan pria itu?
Chapitres populaires