Ssst, Diam Pak Boss!
“Mama, ini tuh nggak seperti yang Mama pikir. Tentang dia, tentang semuanya. Tolong deh, aku lagi nggak mau ngomongin dia sekarang.”
Mama diam sesaat, lalu tersenyum kecil. Ia menyodorkan potongan tiramisu ke arahku, mencoba mencairkan suasana.
“Nih, makan dulu. Setidaknya sebelum kamu kena masalah besar.”
Aku memiringkan kepala. “Masalah besar?”
“Ya. Kalau dia benar-benar semarah itu, bisa saja kamu dicoret, Lola. Bos kamu itu bukan tipe orang yang suka disepelekan, kan?”
Sikat na Kabanata