Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Selìni

Selìni

Gadis itu tambah menganga tak percaya– secara langsung ketidakberuntungan berturut-turut dialami. Bahkan saat Calum sudah naik dari sungai dengan pakaian basah kuyup lengkap seekor ikan segar di tangan kiri, Eleanor masih membatu tak terima di tempat. "Kau memang ahlinya hanya di mengambil hewan buruan milik orang, saat berburu sendiri mana bisa. Dasar pencuri– kau yg masak sarapan pagi ini, ya," Nada Calum kali ini entah kenapa terdengar meledek dua kali lipat. Kali ini gadis itu benaran kebakaran jenggot– meski ia tak punya, tak ayal kakinya seketika melayang menendang punggung lebar rogue itu.
979 viewsOngoingIdinagdag sa Library 25 Beses bilang méré
Read
+Library
MAWAR

MAWAR

Nico meregangkan otot-ototnya yang terasa kaku, badannya sedikit sakit karena dia baru saja sampai ke mansionnya pada tengah malam. Perjalanan dari Indonesia menuju Norwegia memakan waktu sekitar 16 jam, tanpa melakukan transit karena dia takut keadaan Mawar memburuk jika terlalu lama dalam perjalanan. kedua kakinya dia turunkan dari atas ranjang, lalu bangkit melangkah menuju gorden yang belum di buka.
106.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 174 Beses bilang méré
Read
+Library
MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN

MERTUAKU MISKIN 2 “Tunggu, Neng!” Suara pedagang daster itu membuatku terpaksa menoleh lagi. “Kenapa?” tanyaku seraya memasang wajah malas. “Ini kembaliannya, Neng.” “Ambil saja, buat beli obat penyumpal mulut, biar nggak asal bicara dan nyakitin hati orang,” kataku membuat dia dan semua wanita di sana terdiam.
9.49.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 183 Beses bilang méré
Read
+Library
SEQUOIA

SEQUOIA

"Kalo gue minta ketemu Kekeyi?" Baskara mengangguk pasti. Kecil. "Kalo gue minta anak kangguru?" Baskara mengangguk, lagi. Terpatri jelas senyuman kebanggaan dengan sombongnya. "Kalo mercedes benz?" Ia tetap mengangguk, seolah semua yang dikatakan Joita hanyalah masalah kecil yang tak lebih dari kotoran kuku. "Alah, tipu-tipu lo!" Ia mengibaskan tangan, mengusir kehaluannya yang ingin ternak kangguru.
7.53.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 79 Beses bilang méré
Read
+Library
Mercusuar

Mercusuar

"Aah.. Babe. Give me. Give me more than before. I need yours." Simak terus kelanjutannya gaes. Jangan lupa subscribe, beri komentar, star, gems juga coin terbaik kamu ya.
104.6K viewsOngoingIdinagdag sa Library 181 Beses bilang méré
Read
+Library
Mengejar Mentari

Mengejar Mentari

Drett Ponsel Defandra bergetar. Defandra yang masih sibuk dengan kameranya belum sempat fokus pada ponsel. Ia terus membidik Dzi dari berbagai posisi. “Kena kamu. Asal kau tahu Bosku sangat mencintaimu. Kapanpun dia menginginkanmu ada di dekatnya, kau sama sekali tidak bisa mengelak yang Mulia Ratu.” Gumam Defandra sambil memandang hasil jepretannya berkali-kali. Ia melirik posisi duduk Dzi dan Firman yang kini sudah kosong seorang pelayan sedang melangkah mendekati meja yang baru dipakai mereka. Tangannya cekatan mengambil peralatan bekas makan dan meletakkannya di nampan. Ia mengambil kain lap. Setelah menyemprotkan cairan ke meja, ia segera membersihkannya.
109.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 252 Beses bilang méré
Read
+Library
U

U

David memandangi gelas berisi air berwarna merah putih dengan bola-bola kecil berwarna pink di dasar gelas tersebut. "Hehe… es merah putih Vid. Kamu pasti udah pernah coba deh." Sebenarnya ini bukan minuman baru, hanya saja minuman yang belum ada di daftar menu restoran Ayahku. "Oh iya, merah putih. Iya aku udah pernah coba. Cuma belum pernah coba yang pake merah delima, Ra." David menyedot minuman tersebut dengan sebelumnya dia mengaduknya terlebih dahulu. "Hem, enak Ra. Nggak terlalu manis menurutku."
103.4K viewsOngoingIdinagdag sa Library 130 Beses bilang méré
Read
+Library
Mati Kembar

Mati Kembar

Mungkin ini bisa digunakan untuk menaruh barang-barang yang sudah tidak dipakai dalam jangka waktu lama atau lebih tepatnya disebut sebagai gudang. Sembari melihat-melihat, tiba-tiba sekelebat bayangan putih melintas yang tertangkap dari ekor mataku. Seketika bulu kudukku meremang disusul dengan wewangian melati bercampur anyir yang menyengat. Lebih mengerikan lagi aku mendengar tangis perempuan yang begitu memilukan seolah ada duka yang mendalam di sana. Makin lama suaranya makin halus dan menyayat hati siapapun yang mendengarnya.
105.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 231 Beses bilang méré
Read
+Library
Mémoire

Mémoire

Ailee memekik kesal. Sèanne mengerutkan keningnya. Benar juga, Mansion itu penuh dengan sensor keamanan paling mutakhir. Tidak mungkin alarm tidak berbunyi jika ada orang asing selain mereka yang melewati gerbang mansion. "Pasti ada yang mematikan sensor." Shawn dengan cepat mencari letak kesalahan sensor itu.
102.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 95 Beses bilang méré
Read
+Library
Mate

Mate

Intan Pitalokamatchedaneprend
“Honeymoon kok di gunung? Kamu aneh-aneh aja!” Aku menghirup kuah pop mie. “Nggakpapa dong, biar beda dari yang lain.” kataku polos. Mas Wira menggeleng-gelengkan kepalanya mendengar perkataanku. Benar-benar fita ini limited edition. Anehnya itu khas, gumamnya dalam hati. “Mas, itu gunung apa?” tanyaku sambil menunjuk ke arah gunung di kejauhan sana.
104.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 131 Beses bilang méré
Read
+Library
PREV
12345
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status