Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Dengan langkah kaki yang lebar, Nismara segera memasuki bangunan tersebut yang di atasnya ada sebuah papan nama yang diukir sebegitu indah dan estetik bertuliskan 'Kafe Taman Baca Buku' yang ditulis dengan huruf rangkai dan dihiasi beberapa hiasan tanaman hidup dari plastik berbentuk bunga dan tangkai yang merambat menjuntai ke bawah. Kafe tersebut sering disebut Kafe Tabaku, singkatan yang sesuai dari nama aslinya. "Calon istriku akhirnya datang tanpa diundang, tapi tenang aja, nanti pulangnya di antar, kok." Begitu Nismara baru membuka pintu kafe, belum juga kakinya masuk ke dalam, masih berpijak di luar di atas sebuah keset serat serabut kelapa yang bertuliskan 'welcome', pemilik kafe te
11.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 244 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Sabitah

Sabitah

Pemuda pemuja teknologi itu keluar dari kendaraan bersamaan dengan Reandra. “Reservasi atas nama Angkasa,” ujar pemuda yang lebih pendek dari Reandra itu saat berhadapan dengan robot penerima. Setelah itu, robot mulai berdesing dan bergerak menuju meja kosong. Angkasa dan Reandra mengikuti lantas mengucapkan terima kasih saat tubuh mereka sudah duduk pada kursi yang disediakan. “Ada apa?” tanya Reandra lagi. Angkasa melirik sebentar sebelum kembali terfokus pada buku menu digital di hadapan. Pemuda itu dengan lincah memesan beberapa makanan dan minuman.
102.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 63 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

Tak lupa ia memoles wajah dengan mekap sederhana dan tidak mencolok dengan liptint warna pastel. Caffè a Lago, atau kafe tepi danau menjadi pilihan Nadia. Bukan danau beneran, entah mengapa dinamai itu. Berada di pusat kota, di distrik ramai pelancong juga warga lokal, membuat suasana sama sekali tidak sepi. Nadia duduk di luar, di bawah pepohonan rindang seorang diri. Pesanan coklat hangat dan roti isi ayam dengan saus jamur diantar pelayan.
1016.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 586 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Tak perlu waktu lama Bugatti Pak Abi memasuki sebuah pelataran kafe dua tingkat dengan nuansa merah bata, Red Brick Cafe—bertempat di sebelah selatan Kota Sukabumi, sesuai dengan namanya, kafe ini menghadirkan nuansa merah kecokelatan sesuai warna dari bata merah, dipadu dengan berbagai ornamen serta penataan yang serasi. Kami tiba di lantai atas, yaitu ruang transparan dengan sekat kaca. Pak Abi mengajakku duduk di salah satu meja, dari atas sini, netra akan bebas bergerilya menatap keindahan kota ini di malam hari. Pak Abi mengangkat tangan setelah kami menentukan menu pesanan masing-masing, tak lama seorang pelayan menghampiri kami, dia pun berlalu setelah mencatat menu pilihan kita berdu
1063.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.3K kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Istri Ketiga Pengusaha Kaya

Mereka menuju ke sebuah kafe yang letaknya tak jauh dari kampus. Abdul menepikan mobilnya ketika sampai pada sebuah kafe dengan style Timur Tengah terlihat dari menu andalannya. Setelah parkir, mereka masuk ke kafe tersebut lalu duduk di tempat yang paling pojok. Siang itu, kafe terlihat rame. Nada dan Abdul memesan makanan yang tertulis di papan menu. "Mas, malam ini jatah Mbak Ainur, kan?" tanya Nada membuka pembicaraan.
4.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 156 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Waktu yang Hilang (Setelah Dia Hadir di Antara Kita)

Di sana ada mini bar yang masih kosong. Saga memperhatikan suasana di sana. Kafe Kasturi. Nama yang aneh untuk menyebut sebuah tempat makan atau lebih tepatnya tempat nongkrong yang diadaptasi dari luar negeri ini. Biasanya kebanyakan kafe diberi nama kebarat-baratan. Tapi ini mengambilkan nama sebuah bunga. Seorang pemuda mengantarkan pesanan Saga. Ternyata pelayanan di sana tidak selama yang ia bayangkan. Para karyawan kafe sangat cekatan melayani pelanggan. Mereka masih muda-muda dan terlihat energik.
10138.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.7K kali sebagai nabastala cafe
Tampilkan Ulasan (34)
Baca
+Pustaka
Bintang ponsel
karya yg ini laen bikin greget kyk mles baca nya bikin sakit ati peran novel nya agk rada2 bebal trlalu naif n trlalu bodoh dlm bertindak tntg perselingkuhan suaminya mlh nerima2 aja , gk suka dgn karya mbk lis yg ini
Meilia
awalnya g mau buka karya mba Lis yg ini, cz d baca dr judul sama sinopsisx...takut aja kalo sad ending,, trus iseng dong baca bab 1 , eh lakok ketagihan pengen terus dan terus,,, suda 4 judul yg kubaca karyamu mba, dan semuax amazing, saya suka , saya suka,,
Baca Semua Ulasan
Obsesi Gila Suami Sahabatku

Obsesi Gila Suami Sahabatku

Padahal, Nathan terlihat merencanakan sesuatu yang bagus saat menyebutkan tempat itu. “Itu café biasa, kan?” tanya Letta. Nathan tersenyum lebar, lalu mengelus perlahan rambuat Jenna dengan lembut. “Tentu tidak, Letta. Ada bar tersembunyi di belakang sana, yang tak semua orang bisa masuk. Dan Jenna, akan menjadi penghuni tetap di sana,” ujar Nathan.
1044.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Clea bertanya pada sopir taksi yang langsung mengangguk. "Ada cafe Lemoncello, Nona! Letaknya di atas tebing pinggir laut. Selalu ramai pengunjung datang ke sana dan menunya lengkap dari sarapan sampai menu makan malam ada," "Oke, bawa saya ke sana!" pinta Clea langsung tertarik dan sopir taksi melajukan taksinya menuju cafe Lemoncello yang sudah ramai didatangi pengunjung untuk makan siang.
106.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 203 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

Mendadak Dinikahi Calon Papa Mertuaku

Beberapa saat kemudian, mobil mereka berhenti di depan sebuah kafe kecil di atas bukit. Bangunannya bergaya rustic-modern, dengan dinding kaca yang menyuguhkan pemandangan langsung ke arah kota yang bertabur cahaya malam. Cahaya lampu kuning hangat dari dalam kafe membuat tempat itu tampak seperti potongan dari dunia lain tenang, romantis, dan jauh dari hiruk-pikuk. "Tempat yang indah…” lirih Abel tanpa sadar. Abian meliriknya sambil tersenyum bangga. “Tempat ini nggak banyak yang tahu. Aku ke sini biasanya kalau lagi pengen sendiri."
9.6118.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.7K kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Mission of Coordinate

Mission of Coordinate

Mobil hitam yang tadi terparkir kini sudah melesat meninggalkan gedung Silverleaf. Desain interior kafe ini terlihat sangat artistik. Keenan membawa Natashya menuju sebuah kafe. Kafe yang sebenarnya masih asing. Ia hanya asal pilih kafe yang kelihatannya tidak terlalu ramai dikunjungi. "Mau ngomong apa, Kak?" tanya Natashya to the point begitu pesanan mereka telah datang. Keenan tersadar dari lamunannya. Ia berhenti mengaduk kopinya dan pandangannya beralih ke depan. Nafasnya ditarik dalam-dalam sebelum memulai obrolan.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 274 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
45678
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status