Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Ya, Sayang?

Ya, Sayang?

Dengan langkah kaki yang lebar, Nismara segera memasuki bangunan tersebut yang di atasnya ada sebuah papan nama yang diukir sebegitu indah dan estetik bertuliskan 'Kafe Taman Baca Buku' yang ditulis dengan huruf rangkai dan dihiasi beberapa hiasan tanaman hidup dari plastik berbentuk bunga dan tangkai yang merambat menjuntai ke bawah. Kafe tersebut sering disebut Kafe Tabaku, singkatan yang sesuai dari nama aslinya. "Calon istriku akhirnya datang tanpa diundang, tapi tenang aja, nanti pulangnya di antar, kok." Begitu Nismara baru membuka pintu kafe, belum juga kakinya masuk ke dalam, masih berpijak di luar di atas sebuah keset serat serabut kelapa yang bertuliskan 'welcome', pemilik kafe te
10.9K viewsCompletedAdded to Library 240 Times as nabastala cafe
Read
+Library
Sabitah

Sabitah

Pemuda pemuja teknologi itu keluar dari kendaraan bersamaan dengan Reandra. “Reservasi atas nama Angkasa,” ujar pemuda yang lebih pendek dari Reandra itu saat berhadapan dengan robot penerima. Setelah itu, robot mulai berdesing dan bergerak menuju meja kosong. Angkasa dan Reandra mengikuti lantas mengucapkan terima kasih saat tubuh mereka sudah duduk pada kursi yang disediakan. “Ada apa?” tanya Reandra lagi. Angkasa melirik sebentar sebelum kembali terfokus pada buku menu digital di hadapan. Pemuda itu dengan lincah memesan beberapa makanan dan minuman.
102.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as nabastala cafe
Read
+Library
Hamil anak siapa?

Hamil anak siapa?

Tak lupa ia memoles wajah dengan mekap sederhana dan tidak mencolok dengan liptint warna pastel. Caffè a Lago, atau kafe tepi danau menjadi pilihan Nadia. Bukan danau beneran, entah mengapa dinamai itu. Berada di pusat kota, di distrik ramai pelancong juga warga lokal, membuat suasana sama sekali tidak sepi. Nadia duduk di luar, di bawah pepohonan rindang seorang diri. Pesanan coklat hangat dan roti isi ayam dengan saus jamur diantar pelayan.
1016.0K viewsCompletedAdded to Library 575 Times as nabastala cafe
Read
+Library
SETELAH TALAK TIGA

SETELAH TALAK TIGA

Tak perlu waktu lama Bugatti Pak Abi memasuki sebuah pelataran kafe dua tingkat dengan nuansa merah bata, Red Brick Cafe—bertempat di sebelah selatan Kota Sukabumi, sesuai dengan namanya, kafe ini menghadirkan nuansa merah kecokelatan sesuai warna dari bata merah, dipadu dengan berbagai ornamen serta penataan yang serasi. Kami tiba di lantai atas, yaitu ruang transparan dengan sekat kaca. Pak Abi mengajakku duduk di salah satu meja, dari atas sini, netra akan bebas bergerilya menatap keindahan kota ini di malam hari. Pak Abi mengangkat tangan setelah kami menentukan menu pesanan masing-masing, tak lama seorang pelayan menghampiri kami, dia pun berlalu setelah mencatat menu pilihan kita berdu
1057.9K viewsCompletedAdded to Library 2.1K Times as nabastala cafe
Read
+Library
Pengantin Dari Sebuah Tragedi

Pengantin Dari Sebuah Tragedi

Ia nyaris lupa bahwa di pikirannya, ia sudah menetapkan akan meninggalkan pria ini suatu saat nanti. Tapi sekarang, yang ada hanya rasa hangat. Usai Ananta menyelesaikan pembayaran—tanpa menawar, tentu saja—Ananta mengajak Zanitha ke sebuah kafe di dekat butik. Kafe itu terkenal dengan dessert coklat panasnya. Mereka duduk di meja pojok dekat jendela besar. Salju turun tipis, orang-orang berlalu-lalang dengan coat tebal, tapi di dalam sini hangat.
1032.8K viewsCompletedAdded to Library 1.0K Times as nabastala cafe
Read
+Library
Obsesi Gila Suami Sahabatku

Obsesi Gila Suami Sahabatku

Padahal, Nathan terlihat merencanakan sesuatu yang bagus saat menyebutkan tempat itu. “Itu café biasa, kan?” tanya Letta. Nathan tersenyum lebar, lalu mengelus perlahan rambuat Jenna dengan lembut. “Tentu tidak, Letta. Ada bar tersembunyi di belakang sana, yang tak semua orang bisa masuk. Dan Jenna, akan menjadi penghuni tetap di sana,” ujar Nathan.
1043.9K viewsCompletedAdded to Library 1.1K Times as nabastala cafe
Read
+Library
Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Pencuri Kecil Kesayangan Tuan Muda

Clea bertanya pada sopir taksi yang langsung mengangguk. "Ada cafe Lemoncello, Nona! Letaknya di atas tebing pinggir laut. Selalu ramai pengunjung datang ke sana dan menunya lengkap dari sarapan sampai menu makan malam ada," "Oke, bawa saya ke sana!" pinta Clea langsung tertarik dan sopir taksi melajukan taksinya menuju cafe Lemoncello yang sudah ramai didatangi pengunjung untuk makan siang.
106.6K viewsCompletedAdded to Library 197 Times as nabastala cafe
Read
+Library
SEAN

SEAN

Sean duduk kembali di kursinya, melanjutkan pekerjaannya yang tertunda. *** Di sebuah cafe yang sangat populer di Manhattan, yang bernama Fidelidade no Amor, yang menjual pasta yang sangat lezat dengan cita rasa yang unik, yang mana sangat memanjakan lidah sang penikmatnya, yang tak lain adalah cafe dan resto milik Naraya.
9.315.3K viewsOngoingAdded to Library 565 Times as nabastala cafe
Read
+Library
Nayla

Nayla

Nayla beranjak meninggalkan Beca, ia berusaha santai padahal hati teriris. "Kalian backstreet?" kata Beca. Nayla mengangguk sambil berjalan. "Okeh. Terserah lo. Sekarang lo harus mau ngawanin gue keluar, tanpa penolakan!" * Nayla * Hari ini pembukaan kafe Bagas. Sangat unik dan mempunyai dampak positif untuk pembaca. Cafe Bagas mengusung tema rumah tinggal berkonsep perpustakaan. Didesain interior berwarna pastel.
9.420.1K viewsCompletedAdded to Library 601 Times as nabastala cafe
Read
+Library
Gosipin Si Boss

Gosipin Si Boss

Hehehe. Sementara aku terlena dengan rasa percaya diriku karena Pak Alfa ingin menjadi temanku, aku juga mulai memakan pesananku. Selain earl grey, aku hanya memesan klepon isi selai stroberi. Baru dengar, bukan? Aku juga baru tahu ada cafe yang menjual makanan seunik ini. Apa lagi nagasari dengan saus greentea. Entah siapa orang jenius yang mengkreasikannya.
102.4K viewsOngoingAdded to Library 52 Times as nabastala cafe
Read
+Library
PREV
1
...
45678
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status