Ya, Sayang?
Dengan langkah kaki yang lebar, Nismara segera memasuki bangunan tersebut yang di atasnya ada sebuah papan nama yang diukir sebegitu indah dan estetik bertuliskan 'Kafe Taman Baca Buku' yang ditulis dengan huruf rangkai dan dihiasi beberapa hiasan tanaman hidup dari plastik berbentuk bunga dan tangkai yang merambat menjuntai ke bawah.
Kafe tersebut sering disebut Kafe Tabaku, singkatan yang sesuai dari nama aslinya.
"Calon istriku akhirnya datang tanpa diundang, tapi tenang aja, nanti pulangnya di antar, kok."
Begitu Nismara baru membuka pintu kafe, belum juga kakinya masuk ke dalam, masih berpijak di luar di atas sebuah keset serat serabut kelapa yang bertuliskan 'welcome', pemilik kafe te
Hot Chapters