Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Housemate

Housemate

"Kamu serius, Nas?" tanya Satria, lagi. Begitu Nasha mengungkapkan keinginannya untuk mengambil kursus menjadi barista. "Iya, Sat. Jadi, namanya nanti berubah jadi 'Aqila's Bakery and Coffee' dan aku bakal nambahin meja kursi buat pelanggan. I mean, semacam kafe gitu." Nasha menjelaskan dengan mata berbinar. Membayangkan rupa bakerynya dalam beberapa bulan ke depan kalau dia betulan mengambil kursus barista.
103.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 87 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Bertahan Dalam Asa Hampa

Bertahan Dalam Asa Hampa

Merapikan hijabnya sebentar, Nissa beranjak mendekat pada Naira yang tersenyum riang menyambutnya. "Hallo, Mbak Nissa, apa kabar?" sapa sang pembawa acara. "Alhamdulilah, baik," sambut Nissa. "Jadi, sesuai yang di ceritakan Mbak Naira barusan. Nama cafe ini diambil dari huruf depan para owner, ya?" Nissa hanya mengangguk mengaminkan. "Nah, ini kan nama cafenya N'3. Berarti ada tiga orang harusnya. Mbak Naira, Mbak Nissa, dan ... satu lagi kalau boleh tahu siapa? Kalau orangnya ada, boleh di panggil juga."
1017.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 521 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Semalam Bersamamu

Semalam Bersamamu

Kumasukkan ponsel dari permukaan meja dalam saku celana dan beranjak mengangkat gelas berisi es teh yang masih penuh. "Lo ke mana?" cegat Nabas ketika aku melewati sisinya. Jarinya dalam pantauanku ketika memegangi batang rokok masih sangat amatiran, memutarnya asal menggunakan telunjuk dan ibu jari. "Gue ada janji bentaran. Entar gue balik." Aku pamit, melepaskan pegangannya dari lenganku dan menghampiri sosok yang mengambil tempat duduk di pojokan kafe. "Ra?"
1022.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 621 kali sebagai nabastala cafe
Tampilkan Ulasan (51)
Baca
+Pustaka
Senja
bagus banget ceritanya,sedih,seneng romantis,manis semua jadi satu mewek juga sih. tapi btw mau tanya ya kak disini masih sma atau kuliah sih??kalo di cerita nabas kan udah kuliah semester akhir.bentar deh kayaknya disini masih sma gak sih??bentar tak cek dlu lagi aja deh
Aldrich Candra
Ayo diskusikan! Apa aja yang kamu suka dan enggak suka dari cerita ini? Apa aja yang perlu dibenahi dalam cerita? Keluarkan uneg-unegmu. Enggak pake filter juga enggak masalah, tapi bakal kita diskusikan langsung, ya. Kasih kritik dan saran yang heboh. Di akhir, aku bakal kasih hadiah menarik.
Baca Semua Ulasan
Finding Love

Finding Love

Mereka duduk di meja bundar di halaman kafe. "Anna ini kafe yang aku maksud, bisa outdoor maupun indoor. Namanya kafe Lavender. Tersedia bermacam-macam kue dan kopi disini." papar Selly. "Bagus juga ya kafe Lavender, semua identik warna ungu." ucap Anna. "Waiters!" sapa Selly sambil mengangkat tangan kanannya memanggil pelayan yang sedang berdiri agak jauh.
102.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Marrying The Mute Girl

Marrying The Mute Girl

Beberapa di antaranya adalah pesan dari teman-temannya yang masih bermain game. Diletakkannya ponsel di atas meja setelah ia selesai dan sambil menunggu pesanannya datang, Noah menatap ke sekeliling kafe. Ini bukan pertama kali dirinya ke sana, suasana yang tenang dan nyaman membuatnya memilih Hasty Pastry untuk ke sekian kali. Sampai pada akhirnya, pandangannya berhenti di satu titik. Matanya tepat mengarah lurus ke arah seseorang yang saat ini sedang melayani pelanggan dari belakang meja kasir.
556 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 12 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Akibat Sumpah Sebelum Menikah

Menurut keterangan Bang Bobby, Sherly adalah owner di Kafe Ngabret ini. Terkadang dia juga ikut serta melayani sebagai seorang Barista yang berdiri di balik mesin espresso. Seperti yang sudah kuduga sebelumnya. Kebanyakan pelayan yang singgah adalah anak-anak motor berjaket kulit. Konsep yang diusung pun bertema serupa. Terdapat ban yang sengaja digantung di dinding. Di dalam kafe sendiri bahkan ada motor yang sengaja dipajang sebagai hiasan.
1049.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.5K kali sebagai nabastala cafe
Tampilkan Ulasan (15)
Baca
+Pustaka
paskelas7 tp2021
keren saya suka ceritanya, kejutan-kejutannya. bikin penasaran dan abis kejutan inikejutan apa lagi ya. memanusiakan manusia. memberi pelajan yang berharga dan patut ditiru kita g boleh menilai seseorang dari penampilan saja, g boleh menyamakan masa lalunya sama dengan sekarang.
Nurul Khomsiyah
Buku ini keren, alur cerita menarik dan tidak monoton. Rekomendasi buat yang suka cerita novel yang menarik dan berbumbu islami teman-teman. Tokoh dalam cerita yang saya kagumi yaitu mas Fariz :) Thanks banget buat kak author *Dwrite* Semangat terus tuk nulis buat kita-kita para readers ya kak. ;)
Baca Semua Ulasan
Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian

Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian

sapa Pak Nelwan, suaranya tenang dan bersahabat. “Pak Darto tadi menelepon, dan meminta saya untuk menjemput Nona Ana. Saya siap mengantar ke mana pun diperlukan.” Anaby membalas dengan anggukan. “Terima kasih, Pak Nelwan. Kita akan ke Kafe Everest di Jalan Wijaya. Lokasinya di pinggir kota.” “Baik, Nona. Silakan masuk.”
1018.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 728 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Casabelle

Casabelle

Dengan sedikit usaha Ara berjalan menuju meja mereka berdua yang berada di tengah Cafetaria. Perasaan lega langsung menghampiri Ara ketika dirinya mendudukkan tubuhnya di kursi yang sudah disediakan Clark Clark tertawa melihat Ara yang ngos-ngosan dan Clark menyodorkan segelas orange juice pada Ara. Dengan cepat Ara menerimanya dan tersenyum seperti mengucapakan terima kasih karena sikap perhatian Clark. "Kenapa Cafetaria sangat penuh hari ini ?" Ucap Ara dan Clark mendengus mendengar nya.
106.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 200 kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

MALAM PERTAMA DENGAN BOCAH

" Panggilan itupun terputus. Eggy langsung menyikut Abiyya agar sahabatnya tidak melamun. "Dah yuk masuk! Kita dah dapat lampu hijau!" Keduanya masuk ke dalam Cafe Aurora. Suasana sama seperti layaknya cafe pada umumnya, meja serta kursi dan di samping meja kasir terdapat ruangan lapang yang dan beberapa alat musik. "Mbak, kami ingin bertemu dengan Mbak Nabila, dimana ya?" tanya Eggy pada salah satu pegawai cafe. "Mbak Nabila?"
9.959.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai nabastala cafe
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status