Titik Nadir Sang Pendosa
Tak bisa dia bayangkan sulitnya Naura melalui masa-masa itu.
“Gunjingan tentang wanita rendahan yang mau menjadi budak s.ks dengan bayaran gombalan kenyang kudengar setiap hari. Setiap aku melangkah, suara sumbang selalu menemani. Wanita b.doh, t.lol, dan tidak ada harga diri akrab menjadi santapan sehari-hari.” Naura terengah mengingat kembali hari-hari menyakitkan yang harus dia lalui.