Boss With Benefit
Sesekali ia mengernyit ketika kuteknya meleset sedikit dari kuku.
“Kenapa susah banget, sih?” keluh Devan, membuat Naila tertawa hingga bahunya terguncang.
“Pelan-pelan, dong, Mas,” goda Naila.
Devan menghela napas panjang, mencoba lebih fokus. “Ini kayak bikin sketsa, tapi permukaannya kecil banget,” gumamnya, lalu kembali memoles kuku Naila dengan konsentrasi tinggi. Setelah selesai dengan satu tangan, Devan duduk tegak dan memamerkan hasil karyanya. “Tuh, selesai. Gimana?” tanyanya dengan senyum penuh kemenangan.
Bab Populer