KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Bu Annisa bilang apa?“ Naira menatap kosong ke arah lemari kabinet di belakang Bu Anya.
“Mereka ingin sesuatu yang mewah tapi elegan untuk acara nanti.“ Bu Anya menjawab sambil menikmati puding di depannya.
“Bunda pikir, ada baiknya kita ambil warna pastel, Nai,“ sambungnya.
Naira hanya mengangguk pelan, tapi pikirannya melayang entah kemana.
“Menurut kamu gimana, Nai? Kamu suka nggak warna pastel?”
Naira tersentak, menatap ibunya. “Hah? Oh … iya, Bun. Warna pastel juga bagus.”
Bu Anya mengerutkan dahi. “Kamu nggak kelihatan antusias, Nai. Ada masalah apa lagi?”
Naira menggigit bibir bawahnya, mencoba mencari jawaban yang tepat. “Nggak, Bun. Aku cuma capek tadi habis belanja dan banyak yang
Bab Populer