Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Nyonya, Tuan Presdir Jatuh Cinta Lagi Padamu!

Mata beningnya berkaca, tetapi ia tak ingin menitikkan air mata di kantor. Jeandra pun berdiri dan meraih tasnya dari atas meja. “Kalau begitu… tunjukkan padaku tempat romantismu itu, Tuan Kenan Pradipta,” bisiknya, tersenyum tipis. *** Di tengah taman terbuka yang asri, berdirilah sebuah kafe bernuansa pantai yang unik dan memikat. Lantai-lantainya ditaburi pasir putih buatan yang sejuk di kaki, sementara kursi-kursi kayu berwarna pastel tertata rapi di bawah naungan payung-payung besar.
10115.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 3.0K Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Ipakita ang mga Review (10)
Read
+Library
Risca Amelia
Halo, Kakak cantik dan ganteng. Author punya novel baru. Jangan lupa mampir ya. Judulnya : Membalas Mantan : Cinta Sejatiku Datang Setelah Kematian. Ditunggu komen, ulasan, dan votenya. Terima kasih. Saranghaeyo
Rahman Nita
baca dr kisah suri-romeo, sekarang lanjut ke story nya kembar jevan & jea... Jevan bakal bucin nih sm serin, kyk papanya yg bucin ke mamanya haha. up nya tiap hari brpa bab sih kak? & up jam brpa aja?
Basahin ang Lahat ng Review
Halte Cafe

Halte Cafe

Hingga membuat seorang pria mendongakkan kepala ke arah pintu masuk. "Selamat siang. Selamat datang di Halte Cafe," sambut Yuya sang Owner cafe. Mata pria itu sedikit menyipit tatkala melihat warna kelabu berpendar keluar dari tubuh Elea. Wanita dengan rambut diikat ke atas itu pun melangkah semakin jauh ke dalam cafe. Manik matanya berpendar ke seluruh ruangan. Dilihatnya, bahwa dindingnya berlapis batu bata cokelat. Tidak ada lampu yang digantung pada langit-langit. Melainkan sebuah tiang lampu minyak seperti London di zaman Jack The Ripper yang menyebar ke segala tempat.
2.5K viewsOngoingIdinagdag sa Library 81 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Pilihan York

Pilihan York

Di saat yang lain sibuk beradu dalam alam mimpi, York sibuk berada dengan pikirannya. Beruntung cafe ini buka 24 jam dan suasana tropical yang sudut diisi dengan deretan buku-buku yang tertata rapi pada rak-rak kayu yang semakin menambah kesan minimalis namun aesthetic cafe ini. York mengamati cafe yang hanya menyisikan beberapa orang saja. Termasuk seorang pria yang duduk dengan anggun sambil membolak-balikkan buku seolah ia adalah objek yang baru keluar dari lukisan. Jangankan pengunjung bahkan para waiters pun curi-curi pandang bahkan memandang dengan terang-terangan ke arah pria berkulit putih pucat tersebut seolah siap untuk memangsanya. Kaos hitam yang dikenakannya tampak memamerkan ot
4.1K viewsOngoingIdinagdag sa Library 89 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Hidup di Dua Hati

Hidup di Dua Hati

Hasna hanya ingin agar mantan suaminya itu nyaman, hingga tak mau merongrong. Aroma kapucino menyambut indera penciuman Hasna begitu pintu kafe dibuka. Mata wanita itu menjelajah sekeliling kafe yang bagian dalamnya didekor dengan warna-warna cerah. Begitu masuk, perasaan nyaman langsung menyergap. Apalagi dengan furniture kafe yang unik dengan warna mencolok, membuat perasaan nyaman seketika hadir. Diam-diam, Hasna memasukkan tempat itu sebagai salah satu tempat nongkrong favoritnya.
1017.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 357 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Aku Bukan Perempuan Mainanmu

Aku Bukan Perempuan Mainanmu

"Duuh, dendam banget ya? Gue nggak nyangka sedalam ini amarah lo." "Nggak usah dibahas!!" Akhirnya kami sampai di tempat kuliner yang Kian maksud. Gaya kunonya sangat kental sesuai dengan nama kafenya. Pengunjungnya juga ramai dipenuhi anak anak kuliahan. Suasananya sejuk karena banyak pepohonan dan tanaman gantungnya dan ini no smoking area. "Pancake tiga rasa. Lo suka yang mana?" Kian menyodorkan sepiring pancake.
10133.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.4K Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Istri kontrak om duda

Istri kontrak om duda

Kesepakatan hitam di atas putih. Sebuah Kafe, Sore Hari Kafe itu terletak di sudut kota yang tidak terlalu bising, agak tersembunyi di balik deretan pohon angsana dan bangunan-bangunan bercorak kolonial yang telah direstorasi menjadi tempat usaha. Dari luar, bangunannya tampak seperti rumah tua yang hangat, dengan jendela-jendela besar berbingkai putih dan pintu kayu yang dicat cokelat gelap. Di terasnya, ada beberapa kursi rotan dan meja bundar, dihiasi tanaman gantung yang menggantung lembut, menari pelan bersama semilir angin senja.
827 viewsOngoingIdinagdag sa Library 26 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Istri yang Tak Diinginkan dan Kembaran Rahasianya

Para pebisnis bergegas untuk menghadiri rapat, para turis yang mengambil foto selfie dan pemandangan, beberapa pasangan yang berjalan sambil bergandengan tangan . Aku berkeliling tanpa tujuan sampai akhirnya sebuah kafe kecil menarik perhatianku. Cahaya hangat bersinar dari dalam jendela-jendela kafe itu, dan entah mengapa, kata "Kafe Bija Kuprum" yang dilukis dengan tangan seolah menarikku masuk. Di dalam, dinding bata dan lampu tembaga menciptakan nuansa industrial yang tetap nyaman. Kursi-kursi kulit yang telah usang terasa nyaman dan lukisan lokal menempel indah pada dinding.
109.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 367 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

Pria Sewaanku Ternyata Miliuner?

"Aku butuh gula dan kafein untuk bertahan sampai sore. Aku tidak bisa minum teh kantor itu lagi!" Kafe itu memang seindah yang dibilang orang, gaya pedesaan modern khas Londoria. Dinding bata terbuka, tanaman gantung dalam pot gantung dengan anyaman tali, dan aroma kopi segar yang berpadu dengan manisnya kue-kue. Kami berhasil mendapatkan meja di dekat jendela, tempat kami bisa melihat ritme jalanan yang tak pernah berhenti. "Jadi ...." kata Aurelia sambil mengaduk cappuccinonya. "Kamu mulai merasa seperti di rumah?"
1031.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 692 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Mantan Posesif

Mantan Posesif

Kalau memang cuma karena dia tinggal di daerah sini, kenapa sampai mikir dulu untuk jawab? Dan benar aja, tanpa gue sadar kami udah mau sampai di kafe. di hadapan gue yang gak terlalu jauh, udah terlihat kafe yang lumayan elegan berwarna cokelat keemasan, dengan lebih banyak kaca daripada tembok semen. Kalau malam pasti cantik banget. Gue bersemangat sendiri di dalam hati, tapi gue gak pernah menyangka, bahkan gak khawatir dengan apa yang akan gue temui di depan gue.
103.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 61 Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
Kamu Menidurinya?

Kamu Menidurinya?

Mendengar lagu itu sedikit mengurangi ketegangan Alia. Saat sudah memasuki cafe tersebut. Alia sangat terkesan dan kagum. Cafe Pelangi mampu menyihir para pengunjung dengan gaya negeri dongeng yang indah. Dekorasi yang serba mendukung seperti dekorasi kayu, pohon tua, tanaman hijau dalam pot gantung sampai kumpulan buku pada rak dinding. Kursi makan dan meja makan dengan model yang estetik.
9.4181.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 6.3K Beses bilang nama cafe yang aesthetic
Read
+Library
PREV
123456
...
10
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status