Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

PERNIKAHAN DI BAWAH SOROTAN

Tato temporer itu katanya memiliki tinta semi-permanent yang meresap ke lapisan atas kulit, namun akan memudar dan hilang dengan sendirinya dalam waktu dua minggu. Dia sengaja request untuk designnya. Jemari lentur Seraphine menyentuh tulang rusuk kanannya, tepat di bawah lengkung payudaranya. Di sana, sebuah tulisan kursif yang elegan dan artistik kini tercetak sempurna. Tinta hitam pekatnya kontras dengan kulit putih pualamnya yang mulus. Que Sera Sera. Sebuah pepatah lama yang berarti "apa yang akan terjadi, terjadilah", sekaligus sebuah permainan kata iseng yang mengambil suku kata dari namanya sendiri, Sera.
2.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 96 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

Insinyur Termalas Dari Dunia Lain

"Sebuah pena yang indah. Tapi mungkin hadiah yang lebih praktis akan lebih berguna untuk Felicity saat ini. Seperti alat ukur presisi yang sedang kami butuhkan untuk proyek mesin tekstil." Lysander tak goyah. Matanya tetap tertuju pada Felicity. "Pena ini dibuat oleh pengrajin terbaik di ibukota. Saya memilihnya sendiri karena saya tahu kau menghargai keindahan dalam fungsi." Dia mengambil pena dan menunjuk ukiran kecil di pegangan pena. "Lihat, ini diagram kincir airmu yang diukir." Felicity mengambil pena itu, tersentuh oleh perhatian detail Lysander. "Ini... sangat berarti, Lysander."
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Miliknya Di Antara Dua Dunia

Miliknya Di Antara Dua Dunia

Titik—yang kini menjelma seperti matahari—memuntahkan denyut cahaya, dan dari dalamnya, para penulis bayangan berhamburan, masing-masing membawa ambisi yang sama: menulis kalimat kedua. --- Rynor: Antara Pedang dan Pena Pedang di tangan Rynor bukan lagi sekadar senjata. Ia kini melihatnya sebagai pena yang kasar, satu-satunya alat yang bisa menorehkan garis di tengah halaman semesta. Namun semakin ia tebas, semakin banyak tangan yang tumbuh, semakin banyak wajah-wajah tanpa identitas yang merangkak keluar.
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 37 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Bangkitnya Kekuatan Luar Biasa Sang Karyawan Magang

Tapi melalui tulisan. Setiap kalimat yang mereka buat saling menghapus. "Aku menulis: Aku tidak takut pada bagian tergelapku." "Aku menulis: Aku menerima bahwa aku bisa salah, tapi tetap menulis." Dan saat dua narasi bersatu—pena Stylus Nullum muncul. Sebuah pena tanpa tinta, tapi setiap goresannya membuat realita di dunia digital berubah seperti kode hidup. **** Kini Danu kembali ke dunia nyata, namun membawa pena yang tidak bisa dilihat oleh siapa pun.
101.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 34 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Ketika Aku Menginginkan Ayah Sahabatku

Tinta hitam mengalir mengikuti garis lurus dari kepalaku, turun langsung ke pergelangan tangan, dan tumpah menjadi kata-kata di atas kertas. Kutulis nama itu di baris paling atas. Raina. Hanya satu kata pembuka. Tanpa embel-embel atau basa-basi formalitas yang kosong. Ini Alea. Kalimat kedua menyusul tanpa jeda. Aku menekan ujung pena sedikit lebih kuat. Ketegasanku harus terbaca dari ketebalan tintanya.
9.471.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.7K kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Dibuang Keluarga, Dinikahi CEO Kaya

Dibuang Keluarga, Dinikahi CEO Kaya

Alana mengamati dengan seksama. "Hmm… aku suka, tapi terlalu formal. Aku mau yang lebih hangat. Nuansa putih dan gold, mungkin?" Karyawan tersebut tersenyum ramah. "Tentu, kami punya." Ia membuka halaman lain—gaya elegan, lebih romantis. Alana mengangguk puas. "Yang ini. Sederhana, tapi manis." Beni mencatat cepat apa saja yang Alana pilih di tablet yang ia pegang.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 138 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Saat Cinta Menyapa Lagi

Saat Cinta Menyapa Lagi

Kau memberikan Pena Keheninganmu kepada Lethos. "Apa yang kau lakukan?!" Arka berteriak kaget. Lethos menerima pena itu dan mencoba menghapusmu. Namun, karena Pena Keheningan itu sekarang terikat pada kehendak bebas Buku Keempat, pena itu menolak untuk menghapus penciptanya. Sebaliknya, pena itu mulai menyedot debu kertas yang membentuk tubuh Lethos.
910 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 26 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Gairah di Balik Tirai Kehidupan

Menulis tanpa tujuan, tanpa audiens, tanpa penilaian. Di hari ketiga, Alena memberanikan diri untuk mengunjungi art supply store. Dulu, sebelum bertemu Adrian, ia gemar melukis sebagai hobi. Tidak setingkat ahli, hanya untuk kesenangan dan ekspresi pribadi. Namun lambat laun, hobi ini memudar karena Adrian sering berkomentar bahwa perlengkapan seni itu mahal untuk sesuatu yang "hanya untuk bersenang-senang", dan ruang di apartemen mereka terlalu terbatas untuk "aktivitas yang berantakan".
3.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 135 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Suamiku (Bukan) Tuan Muda Bodoh

Membuat perhatiannya terbelah antara goresan pena dan gejolak yang sulit ia jinakkan. Dengan sisa tenaga yang terkumpul, Esme akhirnya berhasil menuntaskan gambarnya. Napasnya tersengal saat ia menyerahkan kertas itu. “Sudah selesai.” Reinan menerima hasil karya itu, meneliti dengan tatapan kritis. Alisnya sedikit terangkat, bibirnya mengulas senyum geli. Ia menunjuk garis dagu yang kurang simetris dan bentuk mata yang terlalu kecil. Cara ia menilai seperti kritikus seni yang tak pernah puas.
1039.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 877 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Sang Penata Rias

Sang Penata Rias

Tanda pengenalku itu bertuliskan ‘Jaeryn Salim – Makeup Artist’. Setelah beberapa saat di dalam lift, aku bertemu dengan beberapa staff lainnya. Aku ingin menegur, tetapi mereka sedang sibuk berbincang ria. Mereka mengosipkan pria idaman mereka yang tak lain dan tak bukan adalah Geraldy. Mereka merasa begitu bersyukur dapat bekerja di sini dan dapat sering bertemu dengan Geraldy. Mereka mengakui bahwa sikap dingin yang ditunjukkan oleh Geraldy adalah sebuah pesona yang sangat mematikan. Pesona yang harus dimiliki setiap pria jika ingin diakui sebagai pria jantan.
104.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 152 kali sebagai nama pena aesthetic
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status