Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
KEPINCUT PREMAN TENGIL

KEPINCUT PREMAN TENGIL

' teriak batin Nami. Tubuh Nami mulai oleng, kepalanya terasa pusing karena sejak siang hari ia tidak sempat makan, hanya air putih beberapa teguk saja yang ia minum. Sejenak Nami memutuskan untuk duduk di sisis tangga dekat pot bunga yang sengaja di susun rapi sehingga terlihat seperti taman mini. Salah seorang petugas yang melihat Nami duduk di sana, berjalan mendekat dan menyapanya. "Nona, kenapa duduk di sini? sedang menunggu jemputan ya?"
101.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 39 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Bukan Ibu Tiri Negeri Dongeng

Tiba-tiba kuingat apa yang dikatakan Wisnu, aku bisa mengecek dari buku tabungan yang Niami punya, di sana pasti akan tertulis Niami menyetorkan sejumlah uang pada tabungannya. Tak menunggu lagi, aku gegas pergi ke kamar Niami. Wanita itu sedang merebahkan diri di atas kasur. Melihatku datang Niami langsung bangkit dan tersenyum sumringah, ia buru-buru menaruh majalah yang tengah ia baca ke atas kasurnya. "Hei Mas, kamu kesini? Kenapa? Apa kamu bosan?" cecarnya dengan suara yang halus dan manja.
1026.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 690 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Dia Anakku, Bu!

Dia Anakku, Bu!

Biar Alea aku yang urusin. Kuceritakan pada Mbak Susi kalau ASI si Nisa seret, wong badannya kayak sapu lidi, biar Mbak Susi memihakku, ku bilang saja kalau sekarang Alea minum sufor, tak disangka Mbak Susi percaya saja, malah membelikan sekotak sufor plus botolnya. Mungkin karena Alea nangis terus, ku katakan bahwa aku lupa membawa perlengkapan menyu5ui Alea.
102.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

Ku Pinang Kau Dengan Syahadat

Merekapun bahu membahu membantu menangani sang pasien, yang pada akhirnya diketahui bernama Toshiyama Kenjo, berusia 32 tahun, berasal dari prefektur Saitama, pekerjaan wartawan harian lepas di Tokyo Times. Jam istirahat tiba, Nami bergegas menuju kantin rumah sakit seorang diri. Tak lama, ponselnya berdering. Nami menghentikan langkah, lalu mengambil ponsel dari balik saku jasnya. Wajahnya semringah seketika, namun kemudian berubah murung, enggan menjawab panggilan tersebut. Nami pun memasukkan kembali ponsel kedalam saku jasnya. Dengan satu kali menghela nafas, dirinya meneruskan langkahnya yang sempat tertunda.
103.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 105 kali sebagai nami sus
Tampilkan Ulasan (48)
Baca
+Pustaka
Fatmah Azzahra
buat para pembaca Budiman yang setia, baca karyaku ini bisa dapat koin gratis loh! nanti aku pilih diantara kalian (3 orang) buat dapetin hadiah koin dengan total 500 koin emas. Caranya gampang banget, kalian cukup baca + kasih komentar + kasih ulasan bintang 5 + gem. Kalau udah mengerjakan, inbox!
MyMelody
Woooiii, semua yg belum baca novel ini, ayo merapat. Kita ramaikan agar penulis semakin semangat. Asli, keren banget ceritanya. Serunya ada, gregetnya dapat, sadnya juga ada, dll. Dijamin ga rugi kalau kalian baca novel ini. The best!!!
Baca Semua Ulasan
STATUS WA SUAMIKU

STATUS WA SUAMIKU

Aamiin🖤🖤🖤🖤🖤🖤🖤 Gimana, Jaka egois nggak sih?
1055.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.6K kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
SUSUK TERATAI PUTIH

SUSUK TERATAI PUTIH

"Karena Sumirah bersekutu dengan penguasa Rawa Ireng, seperti yang telah kau ceritakan padaku. Kau ingin tahu apa itu susuk teratai putih Anggara?" "Iya, Kyai!" "Susuk teratai putih adalah susuk yang merasuk ke dalam jiwa si pengguna. Susuk itu bukanlah seperti susuk biasa yang hanya bersemayam di kulit orang yang menggunakannya. Susuk ini langsung menyatu dan mengikat jiwa orang yang menggunakannya. Kau tahu apa timbal balik yang harus diberikan oleh si Pengguna kepada penguasa Rawa Ireng agar bisa menggunakan susuk ini?"
9.750.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Sidekick

Sidekick

Kalau nggak suka ya tinggal resign. Gue sedang menyeduh teh ketika gue lihat Bu Nami mengantri di belakang gue. biasanya, sekelas Bu Wanda atau Bu Gian pasti nyerobot antrian. Kalau Bu Nami enggak, dia bahkan senderan di dinding sambil santai menunggu gue selesai. “Kamu dari divisi mana, Mba?” tanya Bu Nami basa-basi. “Eh, itu Bu, saya AM-nya Bu Angel,” sahut gue sambil mengaduk teh gue dengan pelan.
105.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 149 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Finding Nami  ( INDONESIA )

Finding Nami ( INDONESIA )

Saat ia menoleh jam di dinding sudah menunjukkan pukul delapan pagi. "Selamat pagi, pacar?" Nami menoleh ke arah suara James yang datang membawa sebuah nampan dan segelas susu. "Kamu tidak menjawab?" protes James sambil memanyunkan bibirnya. "Selamat pagi, tampan?" Nami mengucapkannya dengan malu-malu. "Good girl," James mengacak rambut Nami. "Minumlah susu ini lalu diminum obatnya."
1012.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 254 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Anak Untuk Maduku

Anak Untuk Maduku

Tanya Moana. "Niscalla nyusu nya sangat lahap, dua kali lebih lahap dari saudari nya" ucap Namiya. "Baiklah mommy akan menelpon Al sebentar lagi. Kamu istirahat saja dulu" ucap mommy Noura. *****
101.5K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 36 kali sebagai nami sus
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status