Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Ucap Kahinda sedikit mengeraskan suaranya. "Marmut?, Namamu aneh cu" ucap Nenek itu. "H–uh!, Tahu begitu aku tidak menyapanya" lirih Kahinda merasa percuma sudah mendekati nenek itu. Tapi dia tidak langsung pergi, dia sekarang tahu bahwa nenek itu tidak terlalu tuli. Hanya merasa bahwa nenek itu sedikit bolot dan pendengaran samar. Atau dalam istilah kata, nenek itu bisa dikatakan budeg.
101.5K viewsOngoingAdded to Library 60 Times as nenek kau
Read
+Library
Aku Ibumu, Nak!

Aku Ibumu, Nak!

Keynan mengangguk cepat tanpa bicara karena mulutnya sedang penuh dengan lalapan buah mentimun. "Pinter. Baik-baik sama Nenek dan juga Bibi, ya?" Tak berapa lama, Weni berpamitan kembali ke kota. Faridah begitu berat melepas kepergian Weni saat ini. "Nek, Mama cantik ya hari ini?" Senyum Keynan mengembang saat menyambut lambaian tangan Weni.
107.1K viewsCompletedAdded to Library 242 Times as nenek kau
Read
+Library
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Mereka akan menterjemahkan segala sesuatu secara harafiah. "Sewaktu Wira bilang takut, nenek tertawa. Nenek bilang itu hanya perumpamaan. Maksud nenek, Wira lah yang akan menuntun ayah berjalan, kalau ayah tidak bisa melihat. Bukannya memberi mata Wira untuk ayah. Baru Wira tidak takut lagi."
1082.5K viewsCompletedAdded to Library 2.2K Times as nenek kau
Read
+Library
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

“Kamu cemburu?“ Dia balik bertanya. “Aku? Cemburu?“ tanyaku dengan mata membulat tak percaya. Dia mengangguk sambil menyuapkan kentang goreng. “Kamu siapa? Kenapa harus aku cemburu?“ Raut wajahnya langsung berubah. Tapi kemudian dia menatapku sayu. “Kupikir kamu cemburu, Nai. Kalau sampai kamu cemburu, aku bahagia sekali,“ ucapnya. Aku memutar bola mata. “Kita ini teman, Ric. Tak ada yang harus kucemburui,“ sahutku sambil mengaduk smooth juice. “Iya, Khai. Maaf, aku lupa,“ katanya. Aku tak menjawab dan kembali menyeruput minuman yang rasanya memang pas di lidah. “Hari minggu besok ada acara nggak?“ tanyanya. Aku terdiam sejenak. Jelas ada, minggu ini pernikahan Cantika. Tapi r asa penasaran
9.971.9K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as nenek kau
Read
+Library
Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Gadis kecil itu memeluk wanita paruh baya dihadapannya, dia menangis didalam dekapan hangatnya. "Tidak akan terjadi apa-apa pada mama dan papa kan, nek? Mereka akan baik-baik saja kan? Jawab Ai, nenek!" ucap gadis kecil itu bertanya. Arion juga menatap neneknya, dan tatapannya melontarkan pertanyaan yang sama. Apakah mama dan papa mereka akan baik-baik saja? "Mereka...pasti akan baik-baik saja." Celine berkata dengan tidak yakin, tapi dia berusaha untuk menenangkan keduanya.
10172.3K viewsCompletedAdded to Library 6.9K Times as nenek kau
Read
+Library
Penebusanku, Semoga Kau Senang

Penebusanku, Semoga Kau Senang

“Aku iri banget sama kalian yang jomblo. Masih bisa makan bareng sahabat.” “Nggak kayak aku … tiap hari Reno nempel terus. Mau lepas saja susah.” Reno tersenyum dengan gaya sok manis. “Itu karena kamu terlalu imut. Jadi aku nggak tahan, pengennya tiap hari bareng kamu.” “Ih … nyebelin. Di sini kan ada orang lain.” Xena merengek. Lalu dia mencondongkan badannya dan mengecup bibir Reno.
8.5K viewsCompletedAdded to Library 245 Times as nenek kau
Read
+Library
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

“Kenapa harus pak RT? Apakah tidak ada orang lain?” Misa waktu itu menjawab, “Kami harus ke sana dan meminta keterangan kepada beliau, Nek.” Wajah nenek terlihat kecewa, namun beberapa saat berikutnya kakek bertaka, “Tidak apa-apa, Nek! Hidup ini sudah ada yang mengatur dan mengendalikan.” “Dik, makan! Perjuangan kita masih panjang.” Aurel mengingatkan Dika yang sepertinya tidak berminat untuk makan siang.
8.910.0K viewsCompletedAdded to Library 319 Times as nenek kau
Read
+Library
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Ia pun berkata, "Nek, tolong aku. Aku haus banget, Nek." Nek Kyati tersenyum. "Tunggu sebentar, Cu." "Marissa! Kamu harus sadar!" Terdengar teriakan berupa bisikan di telinga Marissa. "Sering-sering kesini, ya, Cu," celetuk Nek Kyati. "Marissa sadarlah!" Bisikan itu muncul lagi. "Nenek kesepian tidak ada yang menemani. Nenek hidup sebatang kara," ujar Nek Kyati.
107.6K viewsCompletedAdded to Library 266 Times as nenek kau
Read
+Library
Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

"Mmm … Nek," sapa Devina takut-takut. "Ma, Nana ke kamar ya. Mau lanjutin bikin tugas," ucap Devina menjauh. "Mau nenek temenin?" Tawaran Wati malah membuat Devina semakin ketakutan. "Nggak, Nek. Makasih." Sementara Devina berlari ke dalam, Ratna mempersilakan mantan mertua dan mantan suaminya itu duduk.
1087.9K viewsCompletedAdded to Library 3.4K Times as nenek kau
Read
+Library
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

"Ngapain ngajakin ketemu?" Adi menghela napas berat. "Emangnya nggak boleh? Aku kangen sama kamu," ujarnya lirih. Yayuk memicingkan matanya dengan tajam. "Kangen? Ha … jangan bercanda, Adi!" Adi menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil memasang topeng palsunya. "Sungguh, Yuk! Aku nggak bohong sama kamu, aku beneran kangen!"
9.3461.3K viewsCompletedAdded to Library 18.0K Times as nenek kau
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status