KAU MENDUA AKU PUN SAMA
“Kamu cemburu?“ Dia balik bertanya.
“Aku? Cemburu?“ tanyaku dengan mata membulat tak percaya. Dia mengangguk sambil menyuapkan kentang goreng.
“Kamu siapa? Kenapa harus aku cemburu?“
Raut wajahnya langsung berubah. Tapi kemudian dia menatapku sayu.
“Kupikir kamu cemburu, Nai. Kalau sampai kamu cemburu, aku bahagia sekali,“ ucapnya. Aku memutar bola mata.
“Kita ini teman, Ric. Tak ada yang harus kucemburui,“ sahutku sambil mengaduk smooth juice.
“Iya, Khai. Maaf, aku lupa,“ katanya. Aku tak menjawab dan kembali menyeruput minuman yang rasanya memang pas di lidah.
“Hari minggu besok ada acara nggak?“ tanyanya. Aku terdiam sejenak. Jelas ada, minggu ini pernikahan Cantika. Tapi r
asa penasaran
Bab Populer