Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

Kau Selingkuhi Aku, Kugapai Pamanmu

"Nenek. Apa nenek baik-baik saja?" "Tidak cu. Nenek tidak baik-baik saja. Nenek haus dan lapar," jawab nenek itu dengan bibir mencebik. "Saya akan belikan makanan dan minuman untuk Nenek," kata Alea dengan sabar dan lembut. Mendengar ucapan si nenek, sepertinya si nenek tidak terluka. "Kalau tidak keberatan. Tolong belikan nenek makanan dan minuman ya, Cu."
1070.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.7K kali sebagai nenek kau
Tampilkan Ulasan (19)
Baca
+Pustaka
Hamfa Merman
Kisah seorang wanita muda yang pergi ke ibu kota untuk meraih mimpi malah mendapati CEO luar biasa aneh yang tinggal tepat di sebelah kamar apartemen miliknya. Baca hanya di novel berjudul CEO MISTERIUS DI SEBELAH KAMAR. Dijamin seru, menegangkan, dan baku hantam serta adu mulut pun ada.
lullaby dreamy
oke, kalo bole jujur thor . awalnya skeptis mau lanjut baca bgtu tau kisahnya diawali perselingkuhan . krn 2 cerita mu jg ttg prselingkuhan . tp stlh mncoba dibaca, ku lbh suka ini dr crta2 mu yg sblmnya krn lbh fresh dgn ada unsur comedy nya ^^ jd ga makan hati mulu krn kisah sedih prselingkuhan .
Baca Semua Ulasan
Pendekar Wanita Kahinda

Pendekar Wanita Kahinda

Ucap Kahinda sedikit mengeraskan suaranya. "Marmut?, Namamu aneh cu" ucap Nenek itu. "H–uh!, Tahu begitu aku tidak menyapanya" lirih Kahinda merasa percuma sudah mendekati nenek itu. Tapi dia tidak langsung pergi, dia sekarang tahu bahwa nenek itu tidak terlalu tuli. Hanya merasa bahwa nenek itu sedikit bolot dan pendengaran samar. Atau dalam istilah kata, nenek itu bisa dikatakan budeg.
101.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 54 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
About Keenan

About Keenan

jawab Nevan dengan senyum nakal, merasa puas melihat ekspresi Keenan yang mulai gelisah. "Udah perfect tapi nggak mau diajak pacaran?" tanya Athala, lalu dia mendekatkan diri ke Keenan, memeluk bahunya sambil berbisik pelan, "pertahankan sampai halal, cewek kayak gitu limited edition di jaman sekarang," lanjutnya.
101.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Aku Ibumu, Nak!

Aku Ibumu, Nak!

Keynan mengangguk cepat tanpa bicara karena mulutnya sedang penuh dengan lalapan buah mentimun. "Pinter. Baik-baik sama Nenek dan juga Bibi, ya?" Tak berapa lama, Weni berpamitan kembali ke kota. Faridah begitu berat melepas kepergian Weni saat ini. "Nek, Mama cantik ya hari ini?" Senyum Keynan mengembang saat menyambut lambaian tangan Weni.
106.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 228 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Istri yang Kau Remehkan

Istri yang Kau Remehkan

Mereka akan menterjemahkan segala sesuatu secara harafiah. "Sewaktu Wira bilang takut, nenek tertawa. Nenek bilang itu hanya perumpamaan. Maksud nenek, Wira lah yang akan menuntun ayah berjalan, kalau ayah tidak bisa melihat. Bukannya memberi mata Wira untuk ayah. Baru Wira tidak takut lagi."
1082.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.2K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
KAU MENDUA AKU PUN SAMA

KAU MENDUA AKU PUN SAMA

“Kamu cemburu?“ Dia balik bertanya. “Aku? Cemburu?“ tanyaku dengan mata membulat tak percaya. Dia mengangguk sambil menyuapkan kentang goreng. “Kamu siapa? Kenapa harus aku cemburu?“ Raut wajahnya langsung berubah. Tapi kemudian dia menatapku sayu. “Kupikir kamu cemburu, Nai. Kalau sampai kamu cemburu, aku bahagia sekali,“ ucapnya. Aku memutar bola mata. “Kita ini teman, Ric. Tak ada yang harus kucemburui,“ sahutku sambil mengaduk smooth juice. “Iya, Khai. Maaf, aku lupa,“ katanya. Aku tak menjawab dan kembali menyeruput minuman yang rasanya memang pas di lidah. “Hari minggu besok ada acara nggak?“ tanyanya. Aku terdiam sejenak. Jelas ada, minggu ini pernikahan Cantika. Tapi r asa penasaran
9.971.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.6K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Kau Selingkuhi Aku, Kunikahi Papamu

Mereka sendiri selalu mengusahakan untuk memiliki kesan pertama yang baik di awal pertemuan, apalagi mereka akan bertemu dengan ibu dari papa kandung mereka. "Baguslah! Berarti nenek baik seperti nenek Celine!" celetuk Aileen sambil tersenyum, dia membayangkan neneknya yang baik seperti Celine. Wanita yang sudah seperti nenek mereka sendiri dan memberikan banyak kasih sayang pada Aileen dan Arion.
10171.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 6.9K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Penebusanku, Semoga Kau Senang

Penebusanku, Semoga Kau Senang

“Aku iri banget sama kalian yang jomblo. Masih bisa makan bareng sahabat.” “Nggak kayak aku … tiap hari Reno nempel terus. Mau lepas saja susah.” Reno tersenyum dengan gaya sok manis. “Itu karena kamu terlalu imut. Jadi aku nggak tahan, pengennya tiap hari bareng kamu.” “Ih … nyebelin. Di sini kan ada orang lain.” Xena merengek. Lalu dia mencondongkan badannya dan mengecup bibir Reno.
7.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Rumah Tengah Hutan

Rumah Tengah Hutan

“Kenapa harus pak RT? Apakah tidak ada orang lain?” Misa waktu itu menjawab, “Kami harus ke sana dan meminta keterangan kepada beliau, Nek.” Wajah nenek terlihat kecewa, namun beberapa saat berikutnya kakek bertaka, “Tidak apa-apa, Nek! Hidup ini sudah ada yang mengatur dan mengendalikan.” “Dik, makan! Perjuangan kita masih panjang.” Aurel mengingatkan Dika yang sepertinya tidak berminat untuk makan siang.
8.99.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 307 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status