Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Melahirkan Anak Iblis

Melahirkan Anak Iblis

Ia pun berkata, "Nek, tolong aku. Aku haus banget, Nek." Nek Kyati tersenyum. "Tunggu sebentar, Cu." "Marissa! Kamu harus sadar!" Terdengar teriakan berupa bisikan di telinga Marissa. "Sering-sering kesini, ya, Cu," celetuk Nek Kyati. "Marissa sadarlah!" Bisikan itu muncul lagi. "Nenek kesepian tidak ada yang menemani. Nenek hidup sebatang kara," ujar Nek Kyati.
107.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 260 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

Kau Jandakan Aku, Kududakan Dirimu

"Mmm … Nek," sapa Devina takut-takut. "Ma, Nana ke kamar ya. Mau lanjutin bikin tugas," ucap Devina menjauh. "Mau nenek temenin?" Tawaran Wati malah membuat Devina semakin ketakutan. "Nggak, Nek. Makasih." Sementara Devina berlari ke dalam, Ratna mempersilakan mantan mertua dan mantan suaminya itu duduk.
1087.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.4K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

Kau Buang Aku, Kunikahi Bosmu

"Ngapain ngajakin ketemu?" Adi menghela napas berat. "Emangnya nggak boleh? Aku kangen sama kamu," ujarnya lirih. Yayuk memicingkan matanya dengan tajam. "Kangen? Ha … jangan bercanda, Adi!" Adi menggelengkan kepalanya dengan cepat sambil memasang topeng palsunya. "Sungguh, Yuk! Aku nggak bohong sama kamu, aku beneran kangen!"
9.3460.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18.0K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Hanya Kau Milikku

Hanya Kau Milikku

Ia berjalan hendak ke luar. "Mau kemana kau Reno?" tanya Galih sambil menyesap kopinya. "Itu bukan urusanmu," Reno masih kesal dengan ayahnya. Apakah aku akan malu nantinya? Aku rasa Reno terlalu sombong. Galih membatin. Reno berjalan menuju sebuah kedai kopi disana sudah ada Tito dan Rustam. "Kenapa dengan wajahmu, mengapa terlihat kusut sekali," ledek Tito sambil tertawa semaunya.
104.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 116 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
SEKAR (Gadis yang Dinodai Kakak Ipar)

SEKAR (Gadis yang Dinodai Kakak Ipar)

“Beda, karena kangen maksudnya, Nek?” “Nah, itu tahu!” Nenek dan aku tergelak. “Perasaan kalian itu istimewa. Nenek tau bagaimana Calvin, dia itu sangat bertanggung jawab, sangat menjaga perasaan maminya, perasaan nenek, sudah pasti juga menjaga kamu, Sekar.
1021.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 780 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Magic You

Magic You

Ken kembali menegakkan badannya. Dan menyalam nenek. "Ish. Ngak usah sok baik lah." Cetusku. Dia menatapku. "Sayang. Kalau sama nenek martua harus sopan dong." Ihh... Aku mengalihkan pandanganku darinya dan menatap nenek. Hah? Nenek malah jadi senyum-senyum. "Enggak ya nek. Dia bukan siapa siapa." Aku melirik tajam Ken. "Apaan sih. Jijik." Protesku.
104.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 140 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Dilamar Nenek-nenek

Dilamar Nenek-nenek

Happy Reading ***** Menepuk kening sendiri setelah melihat wajah si nenek, mau tak mau Cakra tetap menampilkan senyuman walau sedikit enggan bertemu dengan wanita tersebut. "Nenek mau nyari siapa di sini?" tanya Cakra sedikit canggung. Kakinya bersiap melarikan diri jika jawaban si nenek sesuai dengan pemikirannya tadi. "Mau nyari siapa lagi? Pastinya, nyari kesayanganku, dong, Mas," jawab si nenek sedikit genit.
101.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 73 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Aku bukan Alea

Aku bukan Alea

"Bukannya bagus, Nek? Berarti Ibu udah mulai menerima Alea" Nenek mendecak pelan. "Nenek cuma penasaran. Ibumu itu bukan tipe orang yang luluh begitu saja" Keenan mengangkat bahu. "Kenapa nggak tanya langsung aja sama Ibu, biar Nenek nggak penasaran?" Nenek menatap cucunya tajam. "Ah, kamu ini… nggak membantu banget" Keenan nyengir kecil. "Kan Keenan cuma nyaranin"
2.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Soul System

Soul System

"Jangan pikirkan soal biaya Nek, kita sekarang kaya." Mendengar kata-kata Bai Xia Kai tertawa kecil. "Xia'er benar Nek, mulai dari sekarang aku akan mengusahakan hari tua Nenek akan damai dan menyenangkan." "Apa... Bagaimana mungkin?" Nenek Hua bertanya tidak percaya. "Haha... Aku mendapatkannya dari para penjahat itu Nek." Kai tertawa kecil sebelum tersenyum lembut, "Mari kita pergi."
9.4145.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.6K kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Cantik Yang Disembunyikan

Cantik Yang Disembunyikan

Ia melambaikan tangan. “Kai! Leo!” Kai kaget, lalu tersenyum sopan. “Nek.” Leo langsung berlari kecil mendekat. “Halo, Nek!” Nenek tertawa pelan. “Kemarin belum kapok main ke rumah nenek?” Leo menggeleng cepat. “Belum!” Sera berdiri sedikit di belakang nenek, ragu mau menyapa atau tidak. Kai menangkap keberadaannya dan mengangguk kecil ke arahnya.
573 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19 kali sebagai nenek kau
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status