Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Perfect Partner

Perfect Partner

Flavia memastikan pada Nevan. “Iya, aku sudah selesai, setelah ini aku akan kebagian personalia.” Nevan menjelaskan pada Flavia. “Baiklah, aku akan ke personalia dulu. Sampai bertemu lagi.” Dia memilih mengakhiri pertemuan singkat itu. Dia tahu Flavia sedang bekerja. Jadi tentu saja dia tidak bisa mengganggu. “Baiklah, sampai berjumpa.” Flavia tersenyum.
1017.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 596 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
BETVIEL

BETVIEL

Sembari menunggu sang sekretaris datang, Rezvan bercermin dan menyaksikan apa yang telah Ana lihat. "Ya, Pak?" tanya Kenan begitu hadir di ruang kerja Rezvan. Rezvan langsung memerintahnya, "Bisa kau belikan aku yang untuk wajah, cair, dan warnanya menyesuaikan kulitku?" Kenan mengernyit tidak mengerti. "Ada banyak hal yang anda maksud. Jadi, tepatnya apa?"
2.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 76 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
Dewa

Dewa

"Cepetan bawel!" Mereka melesat. Bening mata Reno hanya mengedip kesal. Ada emosi di lubuk hatinya, melihat kakaknya cuek terhadap surat yang diberikan oleh Edvin. Bagaimana pun juga pemuda pemberi kertas itu adalah sosok yang dikagumi oleh Reno dan Silvi. Sifatnya yang lembut, kerajinannya menghadap Tuhan, dan satu hal lagi yang tak pernah bisa mereka lupakan, bahkan hampir setiap malam mereka mengigau, 'besok sore Kak Edvin kasih kita jajan nggak ya?' Anak kecil kalau sudah disumpal makanan siapa tak tergiur? Ah tapi menurut Silvi dan Reno, pemuda itu tetap baik dan perhatian. Tampan iya, kaya apalagi, kurang apa sih? Lantas mengapa kakaknya angkuh dan sok tak mau tahu? °°°°°°°°°°
9.97.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 224 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
Ilusi Cinta Swastamita

Ilusi Cinta Swastamita

Agam hanya menurut saja, dia bertanya-tanya apa yang membuat Ailean begitu marah, padahal waktu masih panjang sudah keburu ngajak pulang. “Kakak nanti langsung pulang saja, tidak usah mampir!” Kata Aileen. “Kenapa? Kamu masih nggak percaya dengan aku?” Jawab Nevan yang berusaha memelankan laju motornya. “Aku nggak buta lo kak. Mata aku masih normal. Aku bisa melihat dan mengetahui semuanya. Aku pun juga bisa baca nggak buta huruf juga.” “Ya, seharusnya percayalah sama aku. Mereka hanya teman semuanya.”
3.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 106 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
RAHASIA DEVANA

RAHASIA DEVANA

Nevan pun memberikan elusan kasih sayang pada kakaknya itu. "Iya, Van. Maafin Kak Cla juga ya karena suka marahin kamu kalau kamu Varo godain aku." Ujar Cla. "Sudah lupain aja," Jawab Nevan. Dengan senyuman manisnya. Tanpa mereka sadari sang mama yaitu Devana tersenyum menyaksikan kedua putra dan putrinya yang terlihat akur. Devana tidak menyangka kalau putranya Nathan Nevandra akan dewasa dan bijak meski dia masih sangat sangat kecil. Devana yakin nantinya putranya itu akan menjadi pelindung untuk kedua putrinya Cla dan Cia. Dia pun akhirnya tidak jadi masuk dan meninggalkan Cla dan
108.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 257 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
Anneth

Anneth

"Kita belum sempat menghabiskan minuman di cafe itu sebelum pria asing itu datang." Anneth mengangguk pelan dan merasa bersalah. Devaro mengeluarkan vape, rokok elektrik di saku celananya saat mereka duduk di pojokan. Anneth melihat sikap Devaro alias Lea tampak seperti pria sesungguhnya. Tak tersirat sedikitpun jika di dalam raga itu adalah jiwa perempuan. Ia menghembuskan rokok elektriknya dan keluarlah asap-asap sehingga memenuhi ruangan di sekitar mereka. Bahkan, ia sengaja menampilkan atraksi mengeluarkan asap dari rokok elektrik itu dalam berbagai bentuk, bulat, hati dan lainnya di depan Anneth.
3.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 81 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
RETAK

RETAK

"Wes, pengantin baru. Jam segini baru banget, puas toh bermalam berduaan?" Pandangan Vitaloka kini tertuju pada Nesya yang tengah berjalan menghampiri di ruang tamu. Entah mengapa sudut bibir Vitaloka tertarik membentuk senyuman tipis. Mendengar kata 'bermalam' dari mulut Weni---kakak dari sang ayah---membuat pikiran Vitaloka berkecamuk. Merasa kalau Nesya sudah bolong sebelum malam pertama itu terjadi.
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 77 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
PESONA

PESONA

"Saya Bram, rekan kerja Nandini." Belum selesai rasa kesalku pada Nandin karena telah membuat kakiku sakit, sekarang aku dibuat kesal dengan kenyataan bahwa pria ini bukan siapa-siapa Nandin. Percuma aku mengacau di sini, saat aku menoleh ke arah Nandin, dia malah memberikanku senyum miring dan tatapan mengejek saat aku salah sasaran. Dia pun mendekatkan wajahnya padaku dan berbisik tepat di telingaku.
1015.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 363 kali sebagai nevan
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234568
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status