LOVE THAT COME ONCE
Immanuel mendekatkan mulutnya ke telingaku, kemudian berbisik, "Ada batasan-batasan yang tidak boleh kau lewati, jika kau melanggar, maka yang beristirahat akan bangun."
Keningku berkerut. "Bicara apa kau ini?"
"Sudahlah," ucap Immanuel sedikit frustasi.
Immanuel keluar dari mobil, sementara itu aku langsung melajukan mobilku kembali, meninggalkannya sendiri di pinggir jalan yang mungkin butuh beberapa puluh kaki lagi untuk sampai di sekolahnya.
Sekilas, aku meliriknya lewat kaca spion mobil. Immanuel masih berdiri di sana, mengamati kepergianku.
Hot Chapters