Under His Darkness
Jari-jarinya gemetar saat membuka sosial media, tapi ibu jarinya tetap berhasil mengetuk tombol story untuk menulis satu kalimat sederhana.
Saat kursor berkedip, kata-kata menyeruak seperti air bah. Namun, dia memadatkannya menjadi satu kalimat tenang.
‘Tidak perlu ada penghakiman kepada seseorang hanya dari potongan kecil yang kita lihat.’
Sederhana, tapi rasanya seperti meletakkan batu penanda di tengah badai. Klarifikasi yang Nathan inginkan, tapi juga secarik tameng bagi diri Nayla sendiri. Anggap saja, ini adalah sedikit cuitan untuk menjawab riuh prasangka.
Bab Populer