Cinta Sagita
"Kamu pakai jilbab, mau rapi, mau enggak rapi, mau mencat-mencot, tetep aja kamu cantik. Cantik kamu enggak berkurang setetespun walau jilbab kamu enggak simetris. Kamu tetap cantik, valid no debat."
Pipi Sagita bersemu merah mendengar perkataan Jidan. Ia sampai memegang kedua pipinya. Sudah lama tidak ada yang memujinya seperti itu. Terakhir kali orang yang membujuknya seperti itu adalah Danar. Itupun sudah lama.
"Cie, malu, tersipu-sipu." Jidan mencoba menggoda Sagita.
"Eh! Kakak gimana sih! Sagita kan jadi malu."
الفصول الرائجة