Istri Dadakan Sang Presdir
Mata hijau Ethan dingin, rahangnya tegang, tapi ekspresinya tetap misterius.
Hakim dari KUA, seorang pria paruh baya, duduk sebagai wali nikah Sekar, yang tumbuh di panti asuhan tanpa keluarga. Bima berdiri di sudut, memegang tablet. Hakim memulai prosesi ijab qabul, suaranya tenang. Sekar menelan ludah, jantungan kencang. “Ini cuma kontrak,” batinnya, mencoba menenangkan diri. “Buat anak-anakku, buat Ketuk Tilu.”
Prosesi selesai, dan Bima mengarahkan mereka ke taman untuk sesi foto. “Untuk media, Teh,” katanya, suara sopan. “Kita butuh bukti pernikahan ini sah.”
Capítulos em Alta