Renjana dan Nestapa
“Dulu dia juga pas kesuciannya ditukar dengan rupiah, dia nangis sesenggukan kayak lu. Sekarang dia udah betah menjalani profesi ini, bahkan dia mendapat julukan si Ratu Mendesah.”
Keukeu keluar dari kamar dengan langkah yang berisik – menghentak lantai keramik. Sebelum membuka pintu, ia berbalik badan. “Santi, Neng, Sayang, Geulis, apalah itu, malam ini silakan menangis sampe pagi. Tapi besok, lu sudah harus siap sedia untuk bertempur lagi. Seiring waktu, target lu juga bakal gue tingkatin. Kecuali, ada klien member platinum macam tadi yang booking lu. Itu mah sehari sekali juga bisa gue ampuni. Huh, capek deh!”
Riana memeluk sang gadis yang malang. Ia rasakan kesedihan yang menyayat hati s
Hot Chapters