KINASIH
Meminta untuk bertaubat, namun hati yang mati sulit sekali melakukannya.
"Mak, di mana Asih? Bapak minta rokok sama kopi." Jatmiko bersuara pelan namun batuk kembali datang. Yatmi menggerutu, dia tak mengindahkan perkataan suaminya dan memilih duduk menatap sawah di belakang rumah dalam remang cahaya bulan. Diam-diam, rasa itu kembali datang, menyusup di relung hatinya saat dia dalam kesendirian. Yatmi menyadari betapa banyak salah khilafnya selama ini, baik kepada sang anak, juga mantan menantunya. Yatmi juga merindukan masa di mana mereka berkumpul, meskipun pada akhirnya, Asih harus menyendiri karena sering tak dianggap ada.
Hot Chapters