Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Future Huby

My Future Huby

tanya Finka yang ikut mendengarkan percakapan itu, tadinya ia hanya fokus meracik minuman tapi entah dari mana ia malah mencuri-curi dengar. "Bukan. Gue pergi dulu and thaks buat minumanya." Finka mengangguk pelan, ia menatap punggung Bima yang menjauh dengan pandagan penuh arti. Bima dan Chindy tiba di cafe Brainspeach. ini pertama kalinya Bima melihat langsung cafe yang belakangan ini sedang hits di kalangan remaja saat ini. Bima mengedarkan seluruh pandanganya, ia melihat desian interior cafe yang memang sangat khas dengan gaya anak muda. di depan cafe terdapat panggung kecil dengan peralatan musik lengkap, mata Bima menatap lekat gitar yang tersimpan dengan rapih di atas panggung sudah l
9.42.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 64 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Hadiah Madu Untuk Suamiku

Hadiah Madu Untuk Suamiku

gelak tawa terdengar berbarengan dengan langkah mereka yang mulai memasuki pintu caffe. Caffe mungil bernuansa orange serta beberapa miniatur unik terpajang di setiap sudut ruangan, menjadikan suasana lebih tenang dan nyaman. Caffe Mangga, adalah caffe terenak dan terfavorit bagi Rena dan Inda. Tak jarang mereka datang hanya untuk menyeruput expresso dan matcha latte racikan pribumi berwajah Eropa di caffe itu. “Helo Nona Rina...” Sapa salah satu barista yang sudah hapal dengan Rena.
1010.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 387 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Living With You

Living With You

Sang koki di cafe ini. Naira mengangguk patuh, ia mengambil nampan yang di atasnya terisi dengan porsi makanan dan minuman. Mengantarkan pesanan itu ke meja mawar. Penamaan meja di cafe ini cukup unik, tidak seperti tempat yang lain hanya terdapat angka. Di cafe ini, penamaan meja ditandai dengan nama-nama bunga. Unik dan cantik, pikir Naira. "Selamat menikmati Tuan," kata Naira sembari meletakkan pesanan di meja.
1.0K viewsOngoingIdinagdag sa Library 27 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
PEWARIS PENGGANTI

PEWARIS PENGGANTI

Gedung besar bernama Sophia Artroom dengan desain cantik minimalis tapi tetap bernuansa alam, cocok dengan bukit tempatnya berdiri. “Ini kafe?” Nayra memastikan, diiringi anggukan Brian yang bersemangat dan langsung berjalan memasuki ‘kafe’ tersebut. Ketika mereka melewati pintu kaca bergeser yang menyambut mereka, sebuah tulisan di dinding menarik perhatian Nayra. Sophia Artroom, studio dan kafe seni untuk pecinta seni yang ingin mengekspresikan kecintaan mereka pada seni. Penjelasan itu membuat Nayra mengangguk mengerti, sambil melirik Brian dengan mata menyipit.
1057.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.4K Beses bilang nimna book cafe
Ipakita ang mga Review (8)
Read
+Library
D'sparage Je
keren alur ceritanya, Thor. cuman saran aja, perjalanan calon penakluk seribu negeri siluman dalam cerita The Destinable Of Light akan memberikan wahana yang menarik, cocok dibaca kalo lagi suntuk menulis
Astna Aikaz
Terima kasih sudah membaca novel ini >//< Untuk ke depannya, akan saya usahakan update secara rutin, setiap hari antara jam 4-6 sore. Semoga suka terus dengan novel ini >3< Ditunggu kritik dan sarannya yang membangun juga ya ^_^ Salam hangat dari author ^_~
Basahin ang Lahat ng Review
Menikahi Pria Culun Konglomerat

Menikahi Pria Culun Konglomerat

“Iya, bener juga. Di sini lebih hangat. Lebih terasa seperti “rumah” Obrolan kemudian beralih ke rencana usaha. Bani dengan semangat bercerita tentang keinginannya membuka bengkel, sementara Didi bercita-cita punya kafe kecil. “Kalian serius? Kafe?” tanya Kanaya dengan mata berbinar. “Kenapa enggak? Nanti kita kasih nama Renata Cafe,” jawab Didi santai. “Menu spesialnya kopi susu rasa ASI.”
1.6K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 54 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Istri yang Diremehkan Ternyata Juragan

Akhirnya Damaira meminta Dinda untuk menyampaikan pada Sita, menyuruh wanita itu untuk menunggu. "Kata Mbak Ira, tolong tunggu sebentar. Silakan." Dinda mengantar Sita duduk di mini cafe. "Mohon ditunggu ya, Mbak. Saya kembali ke kasir dulu." Sita mengangguk. Sita kembali memindai setiap jengkal mini cafe dengan yang memiliki aroma kue alami, bukan berasal dari parfum. Mini cafe itu didesain dengan konsep anak muda dan memiliki ciri khas, orang yang berfoto di sana dan mengunggah di sosial media pasti akan langsung tertarik untuk datang.
9.965.8K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 2.0K Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Mendadak Jadi Istri Kesayangan

Mendadak Jadi Istri Kesayangan

Mereka pun membenamkan diri di balik selimut, menutup hari yang panjang dan melelahkan itu. ** Keesokan harinya. Pagi-pagi, tepat pukul delapan‒ Kalula sudah tiba di kafe. Dia segera membuka kafe dan mulai mempersiapkan meja serta kursi. Tidak lama kemudian, Nimas datang lebih awal dari biasanya. Nimas segera membantu menata kursi dan meja sambil sesekali mencuri pandang pada Kalula, tampak ingin bertanya sesuatu namun ragu.
2.9K viewsOngoingIdinagdag sa Library 94 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Dinikahi Calon Adik Ipar

Dinikahi Calon Adik Ipar

Sejak kafe dibuka pukul sembilan pagi tadi, sudah ada empat orang yang datang menyerahkan koleksi buku mereka. Orang-orang tampaknya menyambut serius ucapan Sena tempo hari. Mereka yang tidak berkenan untuk mengoleksi buku-buku karya Kanya lagi, sungguh mengharapkan ganti rugi. Seingat Bastian, tak kurang dari tujuh buku telah tertumpuk di meja ruangannya. Itu belum ditambah dengan sejumlah buku yang kini sedang diserahkan orang keempat.
1033.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 663 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Bilur Bulir Bertaut

Bilur Bulir Bertaut

Sebuah kafe kecil di sudut jalan yang sering ia lewati. Di depan kaca kafe terpajang tulisan “Christmas Special” dengan hiasan daun pinus dan lampu kecil yang berkelap-kelip. Aroma kopi dan susu hangat langsung menyambut begitu ia membuka pintu. Di dalam, suasana masih cukup sepi, anya suara mesin espresso dan denting sendok di cangkir. Naomi berdiri di depan kasir. Naomi sebenarnya hanya ingin membeli matcha dan latte untuk Rahaal. Dia harus membalas untuk cheese cake kemarin.
877 viewsOngoingIdinagdag sa Library 23 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
Menikahi Mantan

Menikahi Mantan

puji Jasmine, ketika mobil yang Gina lajukan memasuki area parkir cafe itu. "Toko buku di sulap jadi cafe kekinian auto full antri sampai ke luar, tuh !" Gina menunjuk panjangnya antrian yang sampai ke luar itu dengan dagunya. "Tapi kamu tadi udah berhasil bikin reservasi juga, kan?" Jasmine tidak ingin membuang waktunya yang berharga hanya untuk mengantri siang itu, sehingga memastikan lagi pada Gina. "Ruangan khusus yang belum banyak orang tahu spesial buat kamu Mimi," ungkap Gina, sambil terkekeh sendiri dibuatnya.
103.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 89 Beses bilang nimna book cafe
Read
+Library
PREV
123456
...
9
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status