Istriku Tak Bodoh
Kubalas pesan Ibu dengan kata yang mungkin bisa menohok hati Mas Ben jika dia ikut membacanya.
[Maaf, Bu! Hatiku sudah tak mampu menampung rasa sakit yang akan Mas Ben hadiahkan lagi untukku. Aku tidak mau menambah pedih luka ini. Rasa kecewaku sudah melekat tertanam dalam jiwa, hingga tak bisa lagi dikembalikan seperti semula. Aku ingin merasakan ketenangan. Hatiku sudah terlalu lelah merasakan sakit yang bertubi-tubi dari Mas Ben. Dia bahkan dengan mudah berucap bahwa ibu dari anaknya merupakan pelac*r. Maaf, Bu, mungkin di matanya aku terlalu hina, hingga Mas Ben memilih mencari pasangan hidup yang lain. Aku sudah tidak mau bersamanya. Mas Ben sudah menalakku. Dalam agama, detik itu juga,
Hot Chapters