Jenderal Tiran Itu Suamiku
Sore itu, setelah sesi pengepasan selesai, mereka duduk berdua di beranda, ditemenin teh hangat dan kue-kue kecil, menikmati istirahat sejenak dari kesibukan.
"Kau takut nggak?" Nyai Sekar nanya tiba-tiba, natap ke arah taman. "Soal Argono yang masih buron?"
Ratri diem sesaat, mikirin jawaban jujur. "Takut. Tapi aku juga nggak mau ketakutan itu ngerampas kebahagiaan yang lagi kita bangun."
"Aku ngerti perasaan itu," Nyai Sekar ngangguk. "Segara bilang, hidup emang selalu ada risiko. Yang penting kita nggak berhenti hidup gara-gara takut sama risiko itu."