Rayuan Maut Para Tetanggaku
Namun, begitu kami memasuki batas kota Jakarta dan aku mengaktifkan ponselku, rentetan notifikasi masuk seperti berondongan peluru.
Ada belasan panggilan tak terjawab dari nomor tak dikenal (yang kuyakin itu Citra), beberapa pesan dari Mas Putra soal member gym, dan satu pesan dari nomor yang sudah sangat lama tidak aktif.
[Bima, ini Laras. Aku lihat kamu di lantai tujuh kemarin. Kita perlu bicara, ini soal masa lalu yang mungkin tidak pernah kamu tahu dari ibumu.]