Penguasa Hati
Tidak boleh ada kata gagal.
Dengan gemetar, ku robek perlahan tepi amplop, seperti membuka kotak harta karun berisi permata atau justru kehancuran. Kertas tebal berlogo Sharim muncul. Aku menariknya keluar. Mata memindai cepat, mencari kata kunci: 'selamat', 'diterima', atau sebaliknya.
"Apa, Nak? Bagaimana?" Ibu bertanya, tak sanggup menahan rasa ingin tahu yang menggerogoti.
Bab Populer