Hai Om, Aku Calon Istrimu!
ucapku sambil melambaikan tangan cepat.
Mas Danish hanya mengangguk bingung, sedangkan aku langsung berlari kecil menuju Om Kais, jaketku berkibar tertiup angin pagi. Langit sudah semakin terang, dan cahaya keemasan mentari membuat wajahnya terlihat makin… ganteng banget.
“Selamat pagi, calon imamku,” sapaku ceria sambil tersenyum selebar mungkin.