Piknik Bersama Putriku dan Sahabatnya
Putriku makin emosional saat bicara, dia menunjuk ke arah kami sambil teriak dengan emosi, "Lisa! Kamu itu sahabat terbaikku, tapi aku nggak nyangka kamu se-murahan ini sampai lakuin hal itu sama Ayahku."
"Ayah, aku benar-benar salah nilai Ayah, Lisa itu sahabatku, tapi Ayah bahkan tega mau cicipi dia juga!"
Putriku bicara dengan sangat emosional, air mata terus mengalir deras di pipinya.
Melihat itu, batin aku merasa sangat tersiksa.
Aku ingin menjelaskan, tapi kata-kata itu selalu tertahan di tenggorokan dan tidak bisa keluar.
Hot Chapters