Cinta Si Kembar
Maya memegangi sudut bibirnya yang jontor akibat gigitan Reno.
Hah, aku bisa mati dan tak tahan karena gemas. Melihatnya seperti ini saja sudah membangkitkan gairah pagiku. Bisa bisa aku senang mendapatkan keperawanannya yang kurenggut paksa. Rasanya tetap saja berbeda dengan si Nadia, saat itu dia mengaku perawan. Dan ya memang lubangnya masih sempit saat Nadia si jalang itu diatas tubuhku. Tapi, aku tidak melihat darahnya seperti semalam aku bercinta dengannya. Apa si Nadia jalang itu membohongiku? Argh, sudahlah, aku tidak perduli, Nadia itu kan hanya pemuasku dan Rama, sedangkan dia, dia adalah istriku. Heheheh, bisa bisanya kau terpesona dengan gadis biasa yang baru kamu kenal kemarin,
Hot Chapters