Menjadi Ibu Susu untuk Anak Presdir
Aishwa menggoyang-goyangkan tubuh Noah sambil tetap melingkar di punggungnya seperti koala.
Noah berusaha jalan ke meja belajarnya sambil menghela napas panjang. “Ais, kamu itu berat, tau nggak. Turunlah, aku masih mau hidup tenang.”
“Berat?!” Aishwa langsung manyun. “Ih, mas jahat banget. Aku kan masih imut-imut kayak boneka. Berat dari mana coba?”
Noah menoleh setengah, matanya datar. “Boneka mana yang suka ribut tiap lima detik sekali? Itu namanya bukan boneka, tapi speaker.”