Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Harapanku

Harapanku

Ibu langsung bicara dengan cepat karna suasana sudah sangat mencekam. " Nduk... Jaga diri kalian baik-baik ya... Bis yang Ibu sama Ayah tumpangi sekarang rem nya blong di Alas roban... Aaahhhh...Allah akbar..." Sahut Ibu sambil menangis dan bicara tergesa-gesa dan akhirnya sambungan telpon terputus. Karna bis yang mereka tumpangin akhirnya masuk ke dalam jurang setelah supir bis berusaha semaksimal mungkin untuk mengemudikan, tapi hasilnya nihil.
2.4K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 48 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
8 Tahun Mencintainya

8 Tahun Mencintainya

Daver Negarald goblok Elena Runabel Ih kasar Daver Negarald eh lupa banyak ank kecil di sini @Elena Runabel @Fara Maria @Anara Emiley sorry Anara Emiley anjir la emg xaverius ander tolol WKWKWK @Daver Negarald eh ngomongnya dijaga ya anara Anara Emiley eh kaca di mana ya -_- Fara Maria NGACA BANG NGACA Elrino Demarca eh buru napa mau ngmng apaan gue pen main pubg ni pubg any1? Daver Negarald kuy evan on ya xaverius ander IKUT Elena Runabel EH SABAR DULUUU Gue mo blg gue bsk libur Ayo main Bbq-an di rmh gue ayuuuuk evan gak ikut ah gue mo main pubg Fara Maria
1016.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 339 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Pacar Pura-Pura

Pacar Pura-Pura

ucap Rama pada Nana yang baru ingat kalau ponsel dia tidak boleh kena air biar nggak rusak “Masukin sini ponsel kamu” ucap Nana pada Rama dan setelah itu Rama pun mengambil ponselnya dari saku dan memasukannya ke dalam plastik bersama ponsel milik Nana dan setelah itu mengikatnya dan Nana langsung memasukan plastik yang berisi [onsel mereka itu ke dalam tas kecil yang dia bawa, dan setelah selesai mereka berdua langsung bergegas ke wahana arung jeram tersebut, setelah jalan beberapa menit Rama dan Nana sampai di sana dan lumyana mengantri, Rama dan Nana lagi-lagi mengantri untuk menaiki wahana tersebut
109.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 374 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Diminta Menjadi Madu

Diminta Menjadi Madu

Ningroem menerima dan membayar pesanannya. "Boleh, kamu kan ayahnya." Bram mensejajarkan langkahnya dengan langkah Ningroem, wanita itu berhenti di penjual sosis untuk mengambil pesanannya. Setelah melangkah beberapa langkah Ningroem berhenti di Abang penjual martabak tadi ia juga memesan martabak manis dengan toping keju untuk dirinya makan. Setelah selesai Ningroem dan juga Bram masuk ke sebuah Mall yang didalamnya terdapat wahana bermain mandi bola.
3.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 112 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Suamiku Tidak Memiliki Gaji

Suamiku Tidak Memiliki Gaji

tanyaku penuh selidik Tidak ada panggilan khusus diantara aku dan Toni, tidak seperti Bu Sofi meskipun suaminya seorang pengangguran tapi panggilannya Mama Papa rasanya tidak pantas seorang pengangguran dipanggil Papa, aku saja yang suami gaji 8 juta malas menggunakan panggilan itu "Ya sudah, lihat nih buktinya!" Toni menunjukkan SMS MBanking pada ponselnya Ternyata memang benar nominalnya hanya tiga juta, bagaimana ini, berarti barang-barang yang ada dalam keranjang toko orenku gagal di check out ***
103.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 103 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Mencuri Nafkah Batin

Mencuri Nafkah Batin

Bersambung Hallo Kak. Jangan lupa ikut event Wafa. Ada 10 pemenang yang akan dapat koin mas KBM App. Cari tau ketentuannya di wall F*, yuk. 😍
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 90 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Janda Kembang

Janda Kembang

"Ya bedalah, Ifah ada huruf H sedangkan Ifa gak ada." "Aduh, ribet amat sih!" "Hahaha, kamu lidah deso jadi sulit bilang gitu." "Sekarang kita ke mana?" tanya Saras. "Kita ke Orchard Road, untuk cari baju," ucap Munifah. "Aku dah bawa baju," ucap Saras. "Aku yang mau belanja," ucap Munifah sambil meraih koper Saras dan mendorongnya, "yuk, ah!"
106.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 215 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
PAPA MUDA

PAPA MUDA

PAPA MUDA 20 B Oleh: Kenong Auliya Zhafira Dyra melangkah begitu mantap penuh keyakinan, tanpa meninggalkan jejak meski samar. Akan tetapi, baru saja roda dua melaju beberpa meter tiba-tiba ada seseorang yang berdiri di depannya sambil merentangkan kedua tangan. "Jangan ngalangin bisa nggak? Aku mau lewat," ucap Dyra setelah menarik rem mendadak.
108.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 301 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Renjana

Renjana

Namun, kenyataan menamparku, aku harus bangun dan kembali ke kos. Aku berjalan menuju gerbang sekolah, aku masih mengucek-ngucek mataku yang gatal, ngantuk dan kini berakhir semua buram karena air mata yang keluar. Saat hendak keluar gerbang, aku dihalangi oleh beberapa kaki, aku mengucek lagi kedua mataku guna mendapatkan nyawaku seutuhnya, aku mendongak ke atas hendak melihat siapa mereka, yup, Adit and the geng. Jam segini mereka masih belum pulang? Oh, iya, aku lupa, mereka ini kan anak basket, pasti ada latihan. Mereka ada empat orang, Adit, Dito, Andy dan Rehan. Aku bergeser ke kiri, mereka juga ke kiri, aku geser ke kiri lagi, mereka juga ikut geser ke kiri, mana mentok pagar lagi, ki
103.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
If I Could Not Have You No One Could

If I Could Not Have You No One Could

Dia membatin, “Pinjam uang ini. Waduh, bagaimana ya? Kalau bilang iya, dia pasti pinjam. Kalau tidak, aku enggak enak sama dia. Dikiranya nanti aku sombong dan enggak mau bantu, mentang mentang sudah jadi wakil ketua.” “Kamu butuh berapa Gun?” tanya Nur. “Lima ratus ribu saja. Nanti pas gajian ku ganti.” “Nanti dulu ya, pas di parkiran saja. Enggak enak banyak orang disini.” rasa sesal di hati Nur. Gun mengangguk.
107.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 150 kali sebagai numpang
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
5678910
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status