MERTUA IDAMAN
“Almira, Pak Yusuf, Bu Ine, kami pamit dulu!”
“Hati-hati di jalan! Terima kasih atas semuanya. Salam untuk keluarga Manda dan Pak Arga,” sahut Mas Yusuf.
Mereka akhirnya pergi. Zen mulai merengak. Rupanya, dia mulai haus. Segera aku membawanya masuk dan memberinya susu.
**
“Sah!”
Hari ini adalah hari pernikahan Om Arga dan Manda. Benar-benar pesta sederhana dan tertutup. Tidak ada orang luar yang diundang, kecuali kami. Semua yang hadir hanya keluarga dan saudara.