Nyawaku Untuk Obatmu
“Sebentar saja, cuma satu bulan. Setelah kamu keluar, apa pun yang kamu mau akan kubelikan.”
Aku memandangi kedua orang tuaku, lalu melihat Yuda, akhirnya menghela napas dan menarik tanganku.
Lalu aku berbalik dan melangkah masuk ke laboratorium dengan tekad bulat, tanpa sedikit pun rasa keterikatan terhadap mereka.
Apa yang disebut uji coba obat itu sebenarnya tidak normal. Eksperimennya sangat menyakitkan, tubuhku setiap hari terasa seperti dirayapi seribu ekor semut.
Bab Populer