Suami untuk Sang Putri
Tangannya gemetar memegang pisau dapur lebih dari saat menggenggam pedang.
Dengan helaan napas, ia membuka buntalan kain. Tampak beberapa toples porselen kecil, ada obat dalam, salep penyembuh, dan pil pemulih tenaga. Aroma ramuan obat menyeruak tipis di udara, baunya tidak terlalu tajam, cukup lembut dan menenangkan.
"Dalam urusan obat-obatan, tabib bodoh itu memang paling bisa diandalkan," ujarnya lirih, senyum tipis tersungging di bibirnya.
Hot Chapters