Cinta Yang Terlambat Bersinar
Sepuluh menit kemudian, Sabrina pun tiba di tempat itu.
Luela langsung menggenggam tangannya erat-erat dan berkata, "Aku tahu dia menyukaimu dan kamu juga menyukainya. Hanya saja, kalian belum ada kesempatan yang tepat untuk saling mengungkapkannya. Dia diracuni obat perangsang dan sangat membutuhkanmu sekarang. Ini kesempatan terbaik untuk menyatakan isi hati kalian."
Saat menerima telepon tadi, Sabrina sudah agak curiga. Kini, setelah mendengar kata-kata Luela, ekspresi wajahnya semakin rumit, takut ini hanyalah jebakan.