Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Yang Terpilih

Yang Terpilih

Ebo’ mengusap rambutku, hela napas panjangnya terdengar berat. “Tapi pasti akan merasa kesepian—” “Ada Eppa’.” “Siang sepi.” “Ada istri Haji Dullah yang selalu mengajak Ebo’ ngobrol.” “Tak ada Oca.” “Oca ada di hati Ebo’.” Ebo’ diam. Helaan napasnya semakin berat dan tiba-tiba saja setetes air mata menimpa pipiku. “Bo’….”
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 128 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Misteri Cinta

Misteri Cinta

"Ochi sini! Kamu ini kenapa sih tidak bisa menurut sekali saja pada ibu hah? Ambilkan dulu lauk dan air minum untuk Nak Raga?" Ochi tergugu. Disatu sisi dia ingin menyenangkan hati ibunya dengan cara menuruti keinginannya. Karena selama Ochi menjadi anaknya, Ochi belum pernah sekalipun membahagiakannya. Tetapi Ochi juga tidak bisa membohongi hati nuraninya sendiri. Dia mencintai Badai. Dia hanya mau Badai, bukan yang lain. Ochi terbiasa bertindak dan bertingkah laku yang sesuai antara bibir dan hati. Banyak wanita sangat jago memerankan arti kata lain dibibir lain dihati. Dan kelemahan Ochi adalah dia sama sekali tidak bisa memerankannya.
1032.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.2K kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

IBU ANAKKU YANG KUCERAIKAN

Sepasang matanya yang tadi begitu dingin saat mengusir Margareth, sekarang meredup sepenuhnya—menyisakan kekosongan dan keletihan yang begitu nyata. "Aku mendengar apa yang kau katakan pada Ibuku tadi, Rebecca," suara Roberto rendah, serak, dan terdengar begitu lelah. Rebecca memalingkan wajahnya ke samping, enggan menatap manik mata pria yang dulu pernah mengisi seluruh hatinya itu. Ia mengepalkan jemarinya kuat-kuat di sisi dress-nya, mencoba menahan getaran tubuhnya yang belum sepenuhnya stabil. "Jika kau masuk ke sini hanya untuk membelanya—"
621 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

Kami Yang Tak Pernah Ada di Hatimu

"Ya segala mainan lah. Plosotan, ayunan, jungkat-jungkit, pokoknya semua itu harus diganti sama yang baru biar nggak membosankan." Mas Rian serius mendengar Lita bicara. "Dek, semua itu 'kan masih bisa dipakai, masih bagus dan belum rusak. Jadi kalau diganti namanya mubazir. Adek ingat nggak apa kata ustadzahnya kemarin, mubazir itu temannya syaitan." Wajah Lita tampak terkejut, dua matanya membulat. "Temannya syaitan? Ih nggak mau."
9.8137.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 4.0K kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
BLASTERIS TERKUAT

BLASTERIS TERKUAT

"Ya! Aku seharusnya tidak menyerah! “Kekosongan … Kekosongan … "Aku harus menemukan Helium Blast." Krisna sangat lemah sehingga dia menarik dirinya untuk duduk dengan susah payah. “Helium Blast berasal dari kehampaan. Helium Blast berasal dari kehampaan. Tapi kekosongan itu kosong. Tidak ada Helium Blast di sana. "Kekosongan... Kekosongan..."
1066.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 2.5K kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
OBSESI MANTAN SUAMI

OBSESI MANTAN SUAMI

celetuk Sarah dengan berani, sehingga Marni yang hendak membuka mulutnya, seketika menutupnya. "Kalau begitu, pantas saja Satria kejang-kejang. Tapi, kalian jangan khawatir, karena kejang-kejang yang Satria alami, masih dalam batas wajar. Jadi kalian berdua tidak perlu panik. Oh ya, nanti akan saya resepkan obat penurun panas yang cocok untuk Satria," pungkas Hilman. Lelaki itu lantas membalikkan badannya, kembali masuk ke dalam ruangan dimana sang perawat kini menatapnya dengan senyum dikulum.
105.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 182 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
DENDAM HATI YANG TERLUKA

DENDAM HATI YANG TERLUKA

“punya kamu gede juga ya mbar, sering dimainin sama pak Joko ya? Tanya Sada mengintrogasi. “Huss ngawur kamu mas, emang kalau tete sering dimainin bisa jadi gede apa ? Sini hidung kamu aku mainin gede nggak lubang hidung kamu hilang iya haha” jawab Ambar tak terima saat membahas asal usul tete Ambar yang besar. “Kenyal banget mbar aku suka, tapi kenapa rasanya yang sebelah kiri manis dan yang sebelah kanan enggak ya mbar?
107.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 243 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Penguasa Hati

Penguasa Hati

Satunya lagi … kursi kosong di sebelahku. Jantungku berdebar tak nyaman. Bukan debaran kagum, tapi debaran ketakutan. Ketakutan akan perhatian, akan drama. Aku menunduk lagi, pura-pura membaca intens, berharap menjadi tak terlihat, seperti udara. Aku bahkan menahan napas.
103.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 109 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Hatimu Bukan Sebongkah Batu

Sampai di luar Mimi segera pesan ojol, kembali ke tempat kosnya. Air mata sudah mulai menitik. Marah, kecewa, dan merasa dipermainkan. Itu yang berkecamuk di hati Mimi. Begitu sampai di tempat kos, kamar Dayinta yang jadi tujuan Mimi. "Day!" Sambil menangis Mimi masuk kamar Dayinta. Dia peluk Dayinta dan melepas semua sedih di pundak sahabatnya itu. "Mimi!" Dayinta tentu saja terkejut. Mimi belum lama pergi. Dengan wajah ceria dan senyum lebar dia berangkat. Tiba-tiba sudah balik dan menangis.
1014.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 421 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Hati yang Tak Pernah Siap

Hati yang Tak Pernah Siap

Tegas. Rayyan mematung. Seolah waktu berhenti. Wajahnya tak menunjukkan ekspresi apapun, hampa, kaku, seperti tanah yang terlalu kering untuk menangis. Lalu senyum tipis muncul di sudut bibirnya, tetapi bukan senyum kebahagiaan. Itu adalah senyum dari seseorang yang baru saja kehilangan sesuatu yang sangat berharga dan tidak tahu kepada siapa harus menyalahkan selain dirinya sendiri.
1.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 30 kali sebagai obito hati kosong
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
34567
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status