Tetangga Penggoda
Segera kuambil ponsel tersebut di nakas.
"Siapa, Mbem?" tanya Mas Adrian masih sambil terpejam.
"Siska," jawabku setelah membuka pesannya.
"Ngapain?" tanya Mas Adrian. Kali ini ia membuka matanya. Menatapku seperti sangat syok.
"Ngucapin selamat tidur," jawabku datar.
Mas Adrian menepuk keningnya. "Gila."
Aku merenung. Merasa ngeri di sekitarku ada wanita senekat itu. Iya, kalau masih lajang. Nah, ini sudah punya anak dan suami.