Biblioteca
Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
Our Destiny

Our Destiny

Flashback "Kakak! Bertahanlah, kumohon!" Jeritan itu begitu menyayat di sebuah ruangan di rumah sakit yang terletak di kota seoul. Air mata tak hentinya menetes mengalir dari kedua pipi cubynya, menyaksikan kakak kesayanganya tengah mengerang kesakitan akibat luka parah di kepala dan dadanya karena kecelakaan yang menimpanya 5 hari yang lalu di Cheongnam. "Joo, Ibu ..., di ..., mana," ucapnya dengan suara terbata di tengah rasa sakit yang semakin menyerang kepala dan dadanya.
9.93.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 72 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Sang Penjelajah Malam

Sang Penjelajah Malam

Segala perwujudan kuasa Sang Khalik yang memaknai perjalanan itu, dimana tak ada detik waktu terbuang percuma untuk menemukan kesejatian diri yang pada awalnya terabaikan. Serupa manusia yang lalai meski juga banyak yang sadar siapa dirinya saat segala rintangan menghadang. Meski waktu yang mereka lalui masih sangat singkat. Perjalanan kali ini semestinya menyadarkan semuanya bahwa mereka berpacu dengan tambahan dinginnya angin di ketinggian ratusan meter diatas laut. Diantara rindang dan desau hembusan angin yang perlahan memasuki kerongkongan mereka setelah sebegitu beratnya digunakan untuk bernafas.
102.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 69 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Petualangan Tujuh Hari

Petualangan Tujuh Hari

Ia berdoa di dalam hati. Langkah Via semakin cepat. Begitu pun orang yang mengikutinya. Langkah mereka saling bersahutan walaupun terkesan saling mengejar. Via tidak ingin mengambil risiko. Ia harus cepat sampai di ujung perbatasan desa. Via berlari sekuat tenaga untuk menghindari penguntit di belakangnya. Sayangnya, langkah besar yang Via ambil kurang menguntungkan baginya karena ada akar pohon besar yang menjalar di perjalanan sehingga Via tersandung dan tersungkur ke depan.
22.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 94 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Safe Haven

Safe Haven

Ujar Teddy berusaha menenangkan Karina, "Kita balik aja ya, aku anter kamu pulang." Karina mengusap air matanya dan mengangguk, Teddy menghela nafas panjang dan bangun dari duduknya. Merekapun berjalan bersama menuju mobil, sepanjang perjalanan menuju mobil Karina berusaha mendekatkan dirinya pada Teddy. Tapi Teddy tetap menjaga jarak karena jujur dia masih ingin menjaga perasaan Valen, Teddy hanya ingin menawarkan bantuan kepada Karina yang kali ini butuh bantuannya.
1.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 43 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Di Antara Keajaiban

Di Antara Keajaiban

Maka tidak heran jika dia mengikuti langkah ayahnya. Kami semua berdoa menurut kepercayaan kami masing-masing. Setelah berdoa kami langsung berangkat ke pantai parangtritis. Reno berada di paling depan karna dia yang hafal dengan jalannya. Sedangkan aku dan aryo berada di paling belakang untuk jaga-jaga jika ada salah satu dari kami yang ketinggalan. “Ayo semangat!!! Sedikit lagi sampai pantai!!” Teriak reno sambil menyemangati kami semua.
2.9K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 115 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
ESCAPE

ESCAPE

Terlebih kini ada Kevin yang juga akan selalu ada di untuknya. 2 jam perjalanan mereka tempuh dengan kereta, setelah turun dari angkot, Kevin segera memesan tiket kereta untuk dua orang. Hingga akhirnya mereka sampai disebuah pedesaan yang memiliki udara sangat bersih dan juga menyegarkan, bahkan lingkungannya pun terlihat masih bersih dan asri. Kevin akhirnya membawa Ranti pada sebuah Villa yang terlihat lumayan luas, bahkan Villa tersebut juga terletak diatas bukit dan memiliki pemandangan yang indah disekitarnya.
103.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 76 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Journey of Life

Journey of Life

ujar Ardi setelah turun dari pesawat. Ardi dan Jessy kini tiba di sebuah kota yang terkenal dengan pendidikannya yang luar biasa di negara itu. Sekarang mereka berdua sudah dijemput oleh seseorang dari universitas Veulla. Orang yang menjemput mereka berdua itu adalah calon pemimbingnya. Setelah saling berkenalan, Ardi dan Jessy masuk ke dalam mobil laki-laki itu, dan kemudian mereka berangkat. Laki-laki yang bernama Brown tersebut adalah orang yang ramah, dia sangat mudah sekali diajak bercanda oleh Ardi dan Jessy ketika masih dalam perjalanan. Dia memberitahukan kepada Ardi dan Jessy untuk menganggap dia sebagai orang tua kedua mereka di tempat ini, karena dia tau kalau mereka berdua berasa
3.2K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 67 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Jalan Tanpa Kembali

Jalan Tanpa Kembali

Setelah mendengar kesulitanku, dia hanya butuh setengah hari untuk menyelesaikan kontrak. Angin dingin menerpa wajahku. Aku baru menyadari kalau secara tak sadar aku membuka jendela mobil. Dulu, Safea tidak suka bau rokok, jadi aku selalu membuka jendela agar udara masuk. Tapi tidak lagi. Martin menatapku lewat kaca spion. "Nyonya, pergi ke mana selanjutnya?" "Bandara," jawabku sambil memadamkan puntung rokok. "Pesankan penerbangan tercepat ke Sixili."
4.1K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 90 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Perjalananan Yang Penuh Cobaan

Sensasi tak terkendali itu menorehkan kenangan yang sulit dilupakan dan memunculkan hasrat yang tak bisa kujelaskan. Saat itu aku belum tahu, semua ini adalah awal dari keterpurukanku. Orang yang pernah roadtrip, pasti tahu kadang bisa bertemu penjelajah lain dan yang paling sering ditemukan adalah pasangan muda. Kami juga bertemu satu pasangan muda, si pria bernama Nico dan si perempuan bernama Jane. Mereka tampak sangat serasi. Terutama Nico, selain ramah dan sopan, tubuhnya juga tinggi dan kekar.
1.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 55 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
Pergilah, Temukan Dia

Pergilah, Temukan Dia

Membawa koper kecil, dia tiba di sebuah kota yang sepenuhnya asing baginya, Nagapuri. Berbeda dari kehidupan Lintangjaya yang serba cepat, segalanya di kota kecil ini terasa lebih lambat. Setelah menitipkan barang bawaannya di penginapan, dia memulai perjalanan tanpa tujuan yang jelas. Memesan semangkuk mi, Jenny duduk di pinggir jalan yang ramai sambil menikmati minuman dingin. Tubuh dan pikirannya akhirnya merasa santai.
9.436.0K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 720 Vezes como our journey
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
12345
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status