Mawar Merah Di Ujung Penyesalan
"Kebenaran sudah terungkap, lalu kenapa? Kevin, permintaan maafmu, penyesalanmu, bagiku semua itu nggak ada artinya."
Dia mengucapkan kata demi kata dengan jelas dan lambat, seperti pisau tumpul yang mengiris daging, "Luka itu sudah telanjur dibuat. Penghinaan waktu kamu buang aku seperti sampah, rasa sakit yang luar biasa saat pergelangan tanganku dipatahkan di penjara, keputusasaan saat aku terjun ke danau dingin buat cari peninggalan ibuku ... semua ini nggak bisa dihapus hanya dengan satu kata 'salah' yang ringan dari kamu, atau dengan semua bukti-bukti ini."